Kediri (beritajatim.com) – Rasanya belum lama Aldi (13 tahun) bisa menyebutkan nama ayahnya, ayahnya harus pergi untuk selamanya meninggalkan Aldi bersama adik, ibu, dan neneknya. Sudah bertahun-tahun sejak kematian ayahnya itulah Aldi harus membantu ibunya untuk bekerja. Mereka mencari dan menjual rongsokan untuk ditukarkan menjadi pundi-pundi rupiah.
Aldi setiap hari harus membagi waktunya, bukan untuk tugas sekolah, bukan pula bermain seperti yang dilakukan anak-anak seusianya. Namun, ia harus melakukan tugas rumah tangga seperti menyapu, memasak, bahkan bekerja pun harus ia lakukan.
Ibunya, Bu Peni sudah satu bulan menderita sakit lambung yang membuatnya hanya bisa terbaring tanpa bisa melakukan aktivitas apapun. Sedangkan mereka sudah tidak memiliki Ayah untuk menopang hidup mereka. Ibunya lah yang menjadi tulang pungung keluarga ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”aksi-cepat-tanggap”]
Aldi adalah sosok yang mandiri. Selain mengumpulkan rongsokan bersama ibunya, Aldi sudah terbiasa dengan aktivitas rumah tangga. Masih aktif bersekolah di SMP tidak terlalu jauh dari rumahnya, Aldi beberapa kali tidak bisa hadir karena harus mengurus ibunya ketika sakitnya kambuh. Mencari rongsokan harus sementara terhenti dan Aldi sendiri harus mengurus ibunya yang menderita luka lambung.
Pihak sekolah sangat mengerti dan maklum dengan kondisi keluarga Aldi. Neneknya yang sudah tua dan adiknya yang masih kecil tidak bisa banyak membantu. Akhirnya mau tidak mau Aldi yang menghandle hampir seluruh pekerjaan rumah sambil tetap merawat ibunya.

Di masa kambuh sakit ibunya inilah benar-benar tidak ada pemasukan. Hanya ada bantuan dari kerabat yang hanya cukup untuk kebutuhan seadanya. Apalagi membawa ibunya untuk berobat, niat yang selalu diurungkannya karena tidak ada biaya sama sekali.
Tim Aksi Cepat Tanggap Kediri mendapatkan laporan bahwa keluarga ini sangat kekurangan. Hingga didatangi tim medis ACT Kediri pun, kondisi ibunya sangat lemah dan tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Aldi si pejuang kecil ini pun yang mencari pertolongan untuk kesembuhan ibunya.
Ketika ditanya tim Aksi Cepat Tanggap, satu-satunya keinginannya adalah ibunya dapat sembuh.
“Hanya ingin Ibu bisa sehat lagi, kami sedih kalau Ibu merintih kesakitan,” ucap anak kecil itu.
Keinginan menghadirkan kehidupan yang layak untuk keluarga yatim ini pun kemudian mendorong Tim untuk mengajak Sahabat Dermawan dimanapun berada untuk mengukir senyum di wajah Aldi dan keluarganya. Tim berikhtiar untuk memenuhi kebutuhan pokok, meliputi pangan, kesehatan dan berbagai kebutuhan lain. [nm/ted].






