Jember (beritajatim.com) – Seorang murid perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate berinisial FP (16) meninggal dunia setelah berlatih di Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (19/2/2022) malam.
Kepala Kepolisian Sektor Wuluhan Ajun Komisaris Solekhan Arip mengatakan, ada dugaan FP dihukum fisik oleh pelatih. Namun polisi masih menanti hasil visum. “Kami juga masih memeriksa saksi-saksi,” katanya, Senin (21/2/2022).
Pelatihan silat ini dilakukan di rumah N di Sumberejo sejak pukul delapan malam hingga pukul sebelas malam. Namun setelah latihan, FP masih dihukum hingga pukul setengah satu malam karena tidak membawa siswa baru.
[berita-terkait number=”4″ tag=”psht”]
Saat beristirahat bersama kawan-kawannya, mendadak dia tak sadarkan diri. Dia segera dilarikan ke RS Daerah Balung. Namun nyawanya tak tertolong.
Muhammad Khotib, humas PSHT Jember, menyerahkan proses selanjutnya kepada aparat penegak hukum. “Kami meminta kepada semua pihak agar cooling down dalam suasana berkabung ini,” katanya.
Khotib membantah jika ada kewajiban bagi anggota untuk membawa siswa baru. Namun dia tak mau berandai-andai mengenai persoalan ini, termasuk soal sanksi untuk pelatih jika memang terbukti bersalah secara hukum. [wir/but]






