Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengunjungi korban korban ritual maut di Pantai Payangan, yang berada di Puskesmas Ambulu, dan keluarga korban yang tinggal di Kecamatan Ajung dan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/2/2022).
Hendy memberikan santunan dan dukungan moral kepada keluarga korban. “Kami akan datangi seluruh korban nanti setelah dikembalikan ke keluarga masing-masing,” katanya kepada beritajatim.com.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tewas-tenggelam”]
“Tadi tiga keluarga kami kunjungi. Yang paling berat adalah satu keluarga di Kecamatan Ajung, suami-istri menjadi korban. Pak Syaiful dan istrinya wafat, meninggalkan empat orang anak kecil ditambah satu anak lagi, anak kakaknya yang berusia 12 tahun,” kata Hendy.
Hendy mengatakan, keluarga tersebut sebelumnya sudah sering mendapatkan program bantuan dari pemerintah. “Dua orang anak disekolahkan dan biaya hidup ditanggung pemerintah. Sisa tiga orang anak kami akan masukkan ke Dinas Sosial agar dibantu biaya sekolah dan biaya hidup mereka juga,” katanya.
Sebelas orang meninggal dunia terserat arus laut selatan di Pantai Payangan, pukul satu dini hari. Mereka orang itu adalah bagian dari rombongan kelompok Tunggal Jati Nusantara yang terdiri atas 24 orang. Mayoritas warga Jember dari Kecamatan Panti, Patrang, Sukorambi, Sumbersari, Ajung dan Jenggawah.
Mereka berangkat menuju Pantai Payangan dengan naik bus mini Elf, Sabtu (12/2/2022) jam sebelas malam. Tujuannya hendak menjalankan ritual bersama. “Ritual itu untuk ketenangan diri. Mereka berendam di pinggir pantai lalu ada ombak besar terseret,” kata Kepala Kepolisian Sektor Ambulu Ajun Komisaris Makruf. [wir/suf]






