Magetan (beritajatim.com) – Puluhan petugas BPBD Magetan baik PNS dan non-PNS menjalani tracing berupa swab antigen di kantor BPBD Magetan, Kamis (10/2/2022). Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa membenarkan hal tersebut. Awal kasus bermula dari salah satu PNS BPBD Magetan menjalani swsb PCR karena merasakan ada gejala. Hasilnya menunjukkan positif Covid-19.
Kemudian, barulah menyasar seluruh anggota BPBD untuk menjalani swab antigen. Dari hasilnya ternyata dua orang dinyatakan dua orang non-PNs positif Covid-19. Mereka disarankan untuk isolasi mandiri karena tak bergejala.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
“Bermula dari satu kasus, kami gelar tracing untuk seluruh anggota dan petugas di kantor. Total 28 orang TRC, 12 orang Pusdalops, 10 orang kantor, dan sisanya OB dan dua anak magang. Hasilnya dua orang yang dinyatakan positif Covid-19. Total tiga orang yang kini terkonfirmasi,” kata Ari Budi Santosa, Kamis (10/2/2022).
Meski begitu, aktivitas kantor tetap dilanjutkan. Menurutnya, kantor harus tetap aktif agar bisa melakukan pelayanan. Terutama bagi tim reaksi cepat dan pusdalops. “Kantor tidak kami lockdown. Aktivitas kantor tetap dilanjutkan. Sehingga, pelayanan tidak tertunda. Hanya karyawan yang positif saja yang kami minta untuk isolasi mandiri,” kata Ari.
Saat ini kasus Covid-19 di Magetan mengalami peningkatan yang signifikan. Kini kasus aktif mencapai 99 kasus per 9 Februari 2022. Masyarakat diminta untuk waspada. (fiq/kun)






