Magetan (beritajatim.com) – Senyum sumringah Aswindar (22) terpancar saat jajaran Dinas Sosial, Dinas Kominfo, dan Dinas Arpus Magetan mendatangi rumahnya. Dia yang tinggal di rumah sendiri itu tampak gupuh karena ada banyak tamu pejabat. Namun, buru-buru jajaran dinas itu menenangkan Aswindar agar tak repot-repot, dan memaklumi kondisi pemuda yang tinggal di KPR Terung, Selosari, Magetan itu.
Pemuda penderita glaukoma itu mendengarkan seksama terkait niat dinas untuk memberikan bantuan berupa sembako. Dia pun menerima dengan senang hati. Berikut niat Dinas Arpus yang memiliki Al Quran braille. Namun, dirinya belum menguasai huruf braille. Sebelumnya, pemuda sebatang kara itu menginginkan Al Quran yang mengeluarkan suara agar dia bisa mengaji.
[berita-terkait number=”5″ tag=”magetan”]
Kepala Dinas Sosial Parminto Budi Utomo mengungkapkan kalau Aswindar sudah masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Berbekal itu, pihaknya berencana mengajukan data Aswindar ke Kementerian Sosial agar bisa jadi keluarga penrima manfaat (KPM). Baik bantuan pangan non tunai (BPNT) sekaligus penerima bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (PBI-JKN)
“Kami akan coba usulkan dulu. Karena sudah masuk dalam DTKS. Harapannya bisa jadi KPM baik untuk BPNT dan PBI JKN khususnya untuk meringankan biaya pengobatan. Kami harap kementerian bisa mengabulkan permohonan kami untuk Aswindar,” kata Parminto, Kamis (10/2/2022)
Dia menjelaskan dinas terkait memberikan bantuan sembako. Pun, dari dinas Arpus mengecek terkait kemungkinan memberikan bantuan Al Quran braille tapi Aswindar terkendala dalam mempelajari huruf tersebut.
Sebelumnya diberitakan bahwa Aswindar tinggal sendirian di rumah. Pemuda itu menderita glaukoma akut hingga kehilangan indera penglihatan. Dirinya hanya menginginkan Al Quran yang bisa bersuara agar bisa mengaji. (fiq/kun)






