Malang(beritajatim.com) – Direktur Utama Hawai Grup, Bambang Judo meminta pemilik akun yang viral atas nama Reza Fahd Adrian untuk meminta maaf karena nekat berlibur ke Malang Night Paradise milik Hawai Grup di Graha Kencana, Kota Malang, (26/1/2022) lalu. Padahal saat itu Reza dan keluarga positif Covid-19.
Menurut Bambang, hal yang dilakukan Reza membuat resah wisatawan lainnya. Padahal protokol kesehatan telah dijalankan dengan ketat termasuk penerapan aplikasi peduli lindungi. Mereka merasa dirugikan dan meminta Polresta Malang Kota untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Kami merasa dirugikan kami tidak terima berharap di tindak tegas oleh Polresta Malang Kota ini kan kewenangan yang berwajib. Kami berharap yang bersangkutan juga meminta maaf. Karena postingannya membuat wisatawan lainnya takut,” ujar Bambang, Rabu, (9/2/2022).
Bambang menuturkan saat masuk Reza dan keluarga yang saat itu positif Covid-19 lolos skrining Peduli Lindungi. Dia menduga ada kesalahan di aplikasi Peduli Lindungi yang menyebabkan Reza lolos dipenjagaan. Sebab, selama ini wisatawan yang terdeteksi positif atau belum vaksin di aplikasi peduli lindungi pengelola langsung melarang wisatawan untuk masuk.
“Kami sudah CHSE wisatawan tidak mudah masuk karena ada penerapan Peduli Lindungi. Kalau ada yang reaktif atau tidak hijau kita tawarkan kita bantu untuk pulangkan atau rujuk ke rumah sakit. Kemungkinan ini ada kesalahan di aplikasi peduli lindungi karena saat dicek berwarna hijau artinya hasil positif COVID-19 belum masuk di aplikasi,” kata Bambang.
Imbas dari viralnya kasus Reza, seluruh karyawan di Malang Night Paradise harus menjalani swab antigen. Sebanyak 30 karyawan menjalani swab antigen. Pengelola mengaku bahwa swab antigen rutin dilakukan dua pekan sekali.
“Kemarin karyawan Hawai Water Park sudah sekarang 30 karyawan Malang Night Paradise. Sebenarnya kami rutin melakukan swab ini minimal 2 pekan sekali untuk para karyawan,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Sementara itu, Kadinkes Kota Malang Husnul Muarif mengatakan, bahwa langkah aktif swab antigen patut diapresiasi. Sebab, karyawan wahana wisata ini tugasnya melayani masyarakat yang berlibur sehingga langkah antisipasi pasca postingan viral turis nekat berlibur saat Covid-19 beberapa waktu lalu.
“Jadi mereka (karyawan) yang bersinggungan langsung dengan pengunjung itu dilakukan kegiatan swab. Mereka melayani masyarakat. Mereka harus aman dulu. Sehingga harapannya masyarakat yang datang dilayani oleh petugas Hawai yang sudah clear dilakukan swab. Berikutnya yaitu prokes ya harus disiplin,” tandasnya Husnul. (luc/ted)






