Malang (beritajatim.com) – Mengutip pernyataan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan soal situasi dan penanganan Omicron, Bupati Malang HM Sanusi mulai menyiapkan langkah penanganan. Rakor pun digelar untuk mengantisipasi varian baru Covid-19 yang mulai merebak saat ini.
“Rakor ini menindaklanjuti instruksi dari Presiden, Menkomarives dan Mendagri soal penanganan varian Omicron di daerah. Intinya, setiap daerah diminta siaga terhadap penyebaran varian omicron ini,” kata Sanusi, Selasa (8/2/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-malang”]
Menurut Sanusi, dengan melakukan operasi masker di semua wilayah Kabupaten Malang, vaksinasi hingga penerapan Protokol kesehatan yang harus dipatuhi masyarakat, adalah kunci mengikis virus baru Omicron.
“Untuk operasi masker kita lakukan terus menerus mulai hari ini, setiap kecamatan kita beri 3 ribu masker dan terus lakukan vaksinasi bagi seluruh kalangan. Mulai dewasa, anak usia 6-12 tahun dan vaksinasi Lansia,” tegas Sanusi.
Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan RS untuk menangani Covid. Di Kabupaten Malang sendiri, lanjut Sanusi, ada sekitar 22 Rumah Sakit yang dipersiapkan untuk penanganan Covid.
“Didalamnya termasuk ketersediaan Bed yang hingga saat ini masih terbilang aman yakni sekitar 8 persen. Ruang ICU dan isoter yang bakal kembali diaktifkan di semua kecamatan. Sementara bagi yang terpapar dengan gejala ringan boleh melakukan Isolasi Mandiri, asalkan tidak boleh berinteraksi dengan orang lain,” beber Sanusi.
Sementara itu, ketersediaan BED di RS Pemerintah saat ini berjumlah 98 BED sementara untuk di isoter semua wilayah, Sanusi menyerahkan ke Muspika untuk menyediakan BED.
Soal pembatasan, ia meminta semua desa untuk mengawasi mobilitas warganya. Bahkan bagi tamu yang datang dari luar kota untuk dilakuan swab antigen.
“Jika dari hasil tes diketahui reaktif, maka saya meminta untuk di isolasi atau dikembalikan ke daerah asalnya,” pungkas Sanusi. (yog/kun)






