Jember (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengembangkan agromedis yang terdiri atas tujuh bidang. Hal ini dikemukakan Dekan FK Universitas Jember dr. Supangat, dalam acara sarasehan ‘Tujuh Mimpi Agromedis Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Melangkah Bersama Wakil Gubernur Jawa Timur,’ di auditorium FK Universitas Jember, Selasa (25/1/2022).
Ada tujuh bidang agromedis. Pertama, agro fit yang membahas kebugaran pelaku pertanian. Kedua, agro safe yang mendalami keamanan kerja di bidang pertanian. Ketiga agro doctor yang berkenaan dengan pendidikan dan kurikulum dokter yang berkecimpung di agromedis.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej”]
Berikutnya agro health yang bicara soal kesehatan masyarakat pertanian. Ada pula agro psycho yang mendalami kesehatan mental. Terakhir, agro emergency unit dan mobile agromedis yang memberikan layanan kesehatan bergerak kepada masyarakat pertanian.
Supangat berharap agromedis menjadi pintu masuk bagi penanganan berbagai permasalahan kesehatan lainnya, termasuk masalah stunting serta kematian ibu dan anak. “Ketiganya masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Jember,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej.
Rektor Unej Iwan Taruna mengatakan, tujuan pengembangan konsep agromedis antara lain menciptakan keunggulan sesuai dengan potensi masing-masing perguruan tinggi. “Selain untuk meningkatkan kebermanfaatan Universitas Jember bagi masyarakat khususnya warga Tapal Kuda yang kebanyakan adalah petani,” katanya.
Unej bercita-cita mewujudkan FK sebagai pusat keunggulan agromedis di Asia Tenggara pada 2025. “Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk Pemprov Jawa Timur,” kata Iwan Taruna. [wir/suf]






