Tuban (beritajatim.com) – Penyusunan desain teknis atau Front-End Engineering Design (FEED) Kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban yang dimulai pada awal 2021 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan atau lebih cepat dari pada target sebelumnya, Minggu (16/1/2021).
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2021, proses desain untuk proyek kilang Tuban itu telah mencapai 66,43% atau lebih cepat dari target yang dipatok di awal tahun sebesar 59,44%.
Penyusunan FEED itu merupakan fase yang krusial dalam proses tahapan pembangunan kilang di wilayah Kabupaten Tuban itu. Pasalnya dari FEED ini akan didapatkan desain dan spesifikasi kilang secara lengkap sebagai dasar untuk melanjutkan proyek.
Sebagai upaya untuk melanjutkan kegiatan persiapan pembangunan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban yang telah dimulai sejak 2019, pada tahun 2022 ini proses persiapan pembangunan Kilang GRR Tuban terus dikebut melalui serangkain aktivitasnya. Diantaranya adalah penyelesaian desain teknis Front-End Engineering Design (FEED).
Selain desain, kegiatan yang mulai dikebut pada tahun 2022 ini adalah kegiatan pembersihan lahan (land clearing) tahap keempat, serta pelaksanaan early work. Secara bersamaan, terkait dengan penyiapan lahan, kegiatan land clearing tahap ketiga telah diselesaikan pada akhir Desember 2021.
Presiden Direktur Pertamina Rosneft Kadek Ambara Jaya, menjelaskan bahwa dalam pelaksakaan kegiatan proyek penyiapan lahan berupa land clearing tahap 1 sampai dengan tahap 3 yang diselesaikan tahun 2021. Yang mana 98% di antaranya adalah warga sekitar proyek dan pekerjaan land clearing tahap ke-1 hingga ke-3 sendiri telah melibatkan lebih dari 600 warga sekitar proyek.
“Pertamina Rosneft turut berpartisipasi dalam pembukaan lapangan kerja untuk masyarakat Tuban yang telah diwujudkan sejak 2 (dua) tahun terakhir. Sebagaimana filosofi Tri Hita Karana, kami berupaya menjalankan peran positif bagi sesama, kepada alam, dan kepada Tuhan,” jelas Kadek AmbaravJaya, selaku Presiden Direktur Pertamina Rosneft dalam siaran persnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kilang-tuban”]
Sejalan dengan filosofi tersebut, dari aspek lingkungan, Pertamina Rosneft telah melakukan penanaman 20.000 cemara laut yang berfungsi untuk mengurangi efek pemanasan global akibat perubahan iklim. Secara inheren, kebijakan ramah lingkungan juga dijalankan dengan mendesain area perkantoran dengan konsep green office dan desain Kilang GRR Tuban
sebagai green refinery.
“Pada 2022 ini terdapat aktivitas lanjutan yaitu land clearing tahap keempat oleh Pertamina GRR Tuban dan early work oleh Pertamina Rosneft, dimana Pertamina GRR Tuban maupun PRPP tentunya akan kembali memberdayakan masyarakat sekitar dan warga Tuban,” tutur Kadek.
Pertamina Rosneft maupun Pertamina GRR Tuban, lanjut dia, telah berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat lokal Tuban melalui serangkaian program seperti Beasiswa D3 Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) yang telah diberikan kepada total 47 generasi muda Tuban.
“Pertamina Rosneft memandang penting pengembangan sumber daya manusia lokal Tuban terutama untuk mendukung proyek kilang GRR Tuban. Kami menyadari tidak dapat berjuang seorang diri dan memerlukan dukungan semua pihak yang terkait,” pungkasnya.[mut/ted]






