Surabaya (beritajatim.com) – Dua kali wasit menunjuk titik putih untuk Tottenham Hotspurs. Namun, dua kali pula keputusan tersebut dianulir oleh VAR.
Pertama ketika Rudiger menjatuhkan Hojbjerg di babak pertama. Mendapatkan bola terobosan dari Kane, Hojbjerg berlari ke kotak pinalti dan dijatuhkan oleh Rudiger yang melakukan tackling untuk mencuri bola.
Wasit Andre Marriner pun menunjuk titik putih. Namun, VAR menilai bahwa Hojbjerg dilanggar di luar kotak pinlati, meskipun ia kemudian terjatuh akibat tersandung kaki sendiri di dalam kotak.
Di menit ke 56, wasit kembali menunjuk titik putih. Kane kembali menjadi aktor. Kane yang turun ke lini kedua mendapatkan bola dan melakukan dribling ke arah kotak pinalti Chelsea.
Ia kemudian mengirimkan umpan terobosan ke dalam kotak pinalti pada Lucas Moura yang berlari dari belakang. Melihat peluang untuk memotong bola, Kepa langsung berlari untuk menutup pergerakan Moura.
Kepa pun berhasil merebut bola dengan kaki kirinya. Namun, Moura kemudian terjatuh. Seetelah menunjuk titik putih dan menghentikan pertandingan, wasit kemudian berlari ke luar lapangan.
Ia melihat monitor VAR dan melakukan pengamatan ulang. Dari hasil pengamatan tersebut, ia kemudian memutuskan bahwa tidak terjadi pelanggaran dan Kepa melakukan tackling bersih ke arah bola.
Dua kali gagal mendapat pinalti, tentu membuat Antonio Conte meradang. Beberapa kali ia melakukan protes ke asisten wasit 3 yang berada di sisi lapangan.
Peluang kembali didapatkan oleh Spurs di menit ke 64. Bermula dari kesalahan Kepa yang mengirim umpan terlalu pelan ke Jorginho, bola berhasil direbut oleh Moura. Ia kemudian memberikan umpan ke Kane yang berlari di sisi kiri.
Bola tersebut langsung disambut dengan tendangan keras ke arah gawang dan berhasil menjadi gol. Sayang, gol tersebut kemudia juga dianulir oleh VAR karena Kane dianggap sudah dalam posisi offside.
Di babak kedua sebenarnya Spurs bermain lebih baik demi mengejar ketinggalan. Selain dua potensi pinalti dan satu gol yang dianulir, mereka juga mendapatkan beberapa peluang emas.
Seperti ketika mereka mendapatkan peluang besar di awal-awal babak kedua. Matt Doherty yang berhasil lolos dari kawalan Azpilicueta melepaskan umpan silang dari sisi kanan pertahanan Chelsea.
Emerson Royal yang berlari ke tangah lapangan kemudian melakukan sundulan keras ke gawang Chelsea dari jarak dekat. Untungnya, bola tersebut masih bisa diselamatkan oleh Kepa dengan baik.
Hanya terjadi satu gol saja di pertandingan dini hari tadi. Rudiger mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil menanduk bola hasil tendangan pojok yang dilakukan Mount. Berkat gol tersebut, Chelsea unggul agregat 3-0 dan lolos ke partai Final.
Di partai yang berlangsung di Webley itu, mereka akan melawan pemenang dari laga Arsenal vs Liverpool. [tur]






