Sampang (beritajatim.com) – Bencana angin puting beliung masih berpotensi terjadi di Kabupaten Sampang. Bahkan, mengancam di seluruh wilayah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Asroni menjelaskan selama tahun 2021, bencana puting beliung terjadi di tiga kecamatan diantaranya Sampang, Camplong, terakhir pada bulan Desember 2021 di Kecamatan Sokobanah.
“Sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga saat ini curah hujan masih tergolong tinggi sampai Maret 2022 mendatang. Sedangkan angin kencang tidak bisa dipetakan seperti bencana lainnya. Sebab bisa terjadi kapan saja,” kata Asrori, Selasa (11/1/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”puting-beliung”]
Oleh sebab itu pihaknya mengimbau agar masyarakat waspada terhadap situasi jika ada hujan lebat disertai dengan angin kencang hindari berada di dalam rumah.
“Apalagi rumah tersebut berada di sekitar pohon besar yang rawan tumbang,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia berharap adanya peran aktif masyarakat untuk selalu memberikan informasi situasi di bawah apalagi jika ada korban bencana alam.
“Peran aktif masyarakat tentunya kami harapkan termasuk memberikan infomasi jika ada bencana alam,” tandasnya.[sar/ted]






