Surabaya (beritajatim.com) – Arema FC berhasil mencetak kemenangan penting ketika melawan Bhayangkara FC. Kemenangan 1-0 ini membawa Arema FC berada posisi kedua di bawah Persib dengan poin sama hanya selisih gol. Sementara Bhayangkara kini berada di posisi ketiga.
Rizky Dwi Febrianto layak pusat perhatian pada laga pekan ke-18 BRI Liga 1 2021/2022 yang digelar di Stadion Kompyang Sujana itu. Gol semata wayang pemain asal Jember mengukuhkan posisi Arema FC di papan atas.
Laga berjalan dengan pressure yang sangat ketat sejak babak pertama. Arema FC dan Bhayangkara FC jual beli serangan demi mencari peluang.
Dari jalannya pertandingan, Bhayangkara menghasilkan peluang emas lebih dulu. Baru berjalan 4 menit, tendangan bebas Anderson Sales mengarah langsung ke gawang Arema. Beruntung, ketangguhan Adilson Maringa masih menyelamatkan gawang Arek Arek Malang.
Bermain dengan guyuran hujan yang lumayan deras, tak mempengaruhi gaya bermain kedua tim. Gol Arema hadir pada menit ke-20. Berawal dari tendangan sudut, bola kemudian ditepis oleh kiper. Lalu disambut tendangan roket Rizki Dwi dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau Awan Setho.
Unggul satu gol tak membuat Arema menurunkan tekanan. Arema masih bisa mengendalikan permainan. Namun memasuki menit 30, giliran Bhayangkara keluar menekan. Peluang emas pada menit 31 berhasil diperoleh. Lewat tendangan bebas Anderson Sales. Penyelamat memukau kembali dilakukan Maringa.
Di sisa laga babak pertama tak banyak serangan berbahaya yang dihasilkan. Khususnya Bhayangkara, absennya striker Ezechiel N’Douassel begitu kentara. Tak ada pemain yang mampu menahan bola pada lini depan. Hingga babak pertama usai, Arema masih mempertahankan keunggulan.
Di paruh kedua, permainan lebih terbuka. Bhayangkara FC coba mengejar ketertinggalan. Tak kunjung mencetak gol, Bhayangkara melakukan perubahan strategi di menit 59. Melvin Platje dan Sani Rizky dimasukkan guna memperkuat daya gedor.
Arema merespon dengan serupa di menit 62. Sandi Sute dan Dedik Setiawan dimasukkan demi penyegaran pada lini tengah dan depan. Namun, pergantian ini tak banyak mengubah situasi di lapangan.
Bhayangkara masih memegang kendali permainan. Sementara, Arema hanya mengandalkan serangan balik. Hingga penghujung laga, Bhayangkara masih sulit mengembangkan permain guna mendapat serangan yang lebih tajam. Lantaran, Singo Edan menumpuk hampir semua pemain di daerah sendiri.
Serangan Bhayangkara masih belum maksimal meski sudah memasukkan Platje. Hingga peluit panjang berbunyi, Arema FC berhasil mengemas poin penting dengan skor tipis 1-0. [dan/tur]






