Surabaya (beritajatim.com) – Usai kejadian yang menewaskan Shien Chuan di Ruko Jalan Manukan Tama, A3/6, Jumat (07/12/2021) sekitar pukul 04.15 WIB, Kapolsek Tandes, Kompol Hendry Ibnu Indarto memeriksa 6 saksi.
Kapolsek Tandes Kompol Hendry Ibnu Indarto membenarkan telah terjadi peristiwa pembunuhan di sebuah ruko di Jalan Manukan Tama, Kecamatan Tandes pagi tadi. Berdasarkan olah TKP, dalam tubuh korban ditemukan bekas luka tusukan. Salah satunya di kepala bagian belakang korban.
“Yang pasti ada luka tusuk. Terkait jumlahnya nanti (menunggu hasil visum), iya (di kepala bagian belakang),” ujar Hendry.
[berita-terkait number=”4″ tag=”om-sinchan-manukan”]
Atas kejadian pembunuhan tersebut, Hendry menyampaikan ada 6 orang sedang dimintai keterangan di Polsek Tandes. Ia pun menambahkan jika polisi sempat kesulitan untuk memasuki lokasi ruko milik korban tersebut. Sebab, pada saat itu, pintu ruko dalam keadaan terkunci.
“Saat ini, tim gabungan dari Polsek Tandes dan Satreskrim Polrestabes Surabaya, sedang melaksanakan penyelidikan untuk mengungkap pelaku,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan Beritajatim.com, Sin Chuan (61) ditemukan tergeletak bersimbah darah di Ruko Jalan Manukan Tama, A3/6. Ia ditemukan oleh warga Jumat (07/12/2021) sekitar pukul 04.15 WIB dengan luka tusuk. Berdasarkan keterangan warga, Shien Chuan sempat berteriak 3 kali sebelum tewas.
Hal tersebut diungkapkan oleh Chandra (55) penjual bensin eceran tepat di seberang toko Shien Chuan. Ia menjelaskan dirinya saat itu sedang tiduran. Saat hendak pukul 04.00 WIB ia bertugas memukul tiang listrik sebagai tanda kepada warga.
“Saya sempat melihat pintu rolling doornya kebuka trus lampunya mati. Saya juga denger suara teriakan 3 kali tapi saya ga curiga ya saya kira ya biasa. Terus saya mukul tiang, saat kembali pintunya sudah ditutup,” ujarnya saat dikonfirmasi Beritajatim. (ang/ted)






