Surabaya (beritajatim.com) – Festiv Periode Premier League musim ini benar-benar seru dan meriah. Hujan gol terjadi di hampir semua laga yang berlangsung. Termasuk di boxing day antara Mancester City melawan Leicester City.
Total 9 gol tercipta di laga antara dua tim biru ini. Bahkan, laga baru berjalan setengah jam, dan Manchester City sudah unggul 4 gol. Manchester City, seperti biasanya memiliki penguasaan bola yang tinggi.
Kevin De Bruyne lah yang memulai pesta gol City. Mendapatkan bola di dalam kotak pinalti Lester, Tendangan keras De Bruyne setelah membalikkan badan mampu meluncur deras ke gawang yang di kawal Schmeichel.
Sembilan menit berselang, City kembali mencetak gol. Kali ini melalui titik pinalti. Bermula dari pelanggaran yang dilakukan Tielmans setelah menjatuhkan Laporte di kotak pinalti ketika sepak pojok. Mahrez yang ditugaskan sebagai algojo berhasil melakukan eksekusi dengan sempurna.
Mengandalkan permainan bola-bola pendek diiringi pergerakan pemain yang cair, City benar-benar membuat Lester terkurung. Meski begitu, sesekali para pemain Lester juga berhasil keluar melakukan serangan balik berbahaya.
Sayang, beberapa kesempatan yang didapatkan oleh Maddison melalui tendangan jarak jauh dan tendangan bebas masih bisa diantisipasi oleh Ederson. Gagal memanfaatkan peluang untuk mencetak gol dan memperkecil ketertinggalan, Lester kembali kebobolan di menit ke 21.
Kali ini Ilkay Gundogan yang mencatatkan namanya di papan skor. Tendangan kerasnya di dalam kotak pinalti setelah menerima bola muntah tak dapat ditahan oleh Schmeichel.
Belum sempat bernafas, empat menit kemudian Lester kembali harus mendapatkan hukuman pinalti. Kembali, Tielmans yang menjadi aktor terjadinya pinalti. Kali ini ia menjatuhkan Sterling yang sedang melakukan akseleerasi di dalam kotak pinalti.
Tendangan keras Sterling ke sisi kanan gawang pun tak dapat dibendung. City unggul 4-0 di menit 25. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim terus saling melakukan serangan.
City dengan permainan atraktif dengan kerja sama tim yang baik, dan Lester dengan serangan balik cepatnya. Namun, turun minum skor masih belum berubah.
Memasuki babak kedua, tim asuhan Brandon Rogers yang ganti tancap gas. Hasilnya, sepuluh menit pertandingan berjalan James Madison berhasil mencetak gol. Menerima sodoran umpan dari Iheanacho, Maddison yang dikawal dua pemain berhasil melakukan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Ederson.
Empat menit berselang, Iheanacho kembali menjadi kreator serangan. Umpan terobosannya ke Ademola Lookman berhasil dieksekusi dengan cantik. Membawa Leicester menyusul City dengan kedudukan 4-2.
Hanya dalam kurun waktu sepuluh menit sejak gol pertama bagi Lester tercipta, mereka mampu mencetak gol kembali. Kali ini, Iheanacho yang mencatatkan namanya sebagai pencetak gol. Menit ke 65, tujuh gol terjadi. 4 untuk City dan 3 untuk Lester.
Sayangnya, permainan cepat dan efektif yang diperagakan Leicester tak bisa mereka pertahankan. Berawal dari sepakan pojok yang dikirimkan oleh Mahrez, tandukan Laporte melaju mulus ke pojok kiri atas gawang Leicester.
Manchester City kembali melebarkan jarak menjadi dua gol. Unggul 5-3 dari The Foxes tak membuat City merasa puas. Mereka terus mendikte permainan dan menyerang pertahanan Leicester.
Hasilnya, tiga menit sebelum pertandingan usai di waktu normal City kembali mendapatkan gol. Kali ini Raheem Sterling yang berhasil mencetak gol di menit ke 87. Benar-benar pertadingan yang seru dan penuh dengan gol. Meriah. [tur]






