Jember (beritajatim.com) – Mahasiswa Penyuluh Pertanian (Himapenta) Fakultas Pertanian dan Gelora Mahasiswa Pecinta Alam (Gemapita) FKIP Universitas Jember membangun trek jembatan mangrove sepanjang 150 meter di Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Trek jembatan ini dibangun bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat sebagai bagian dari konservasi mangrove. Peresmiannya dilaksanakan pada 28 November 2021 lalu. Ketua Himapenta Melisa Priskila mengatakan, jembatan ini diharapkan menjadi destinasi wisata alternatif bagi warga sekitar. Sambil menikmati keindahan Pantai Cemara, wisatawan bisa belajar mengenai ekosistem mangrove yang menjadi hunian bagi kepiting dan ikan.
“Bibit kepiting dibantu oleh Dinas Perikanan Banyuwangi. Harapannya warga menjaga dan melestarikan mangrove sembari mengusahakan keramba kepiting untuk menambah penghasilan,” kata Melisa, sebagaimana dilansir Humas Unej, Senin (20/12/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej”]
Selain itu, Unej bekerjasama dengan kelompok Nelayan Mina Selo membangun keramba pembibitan dan budidaya rajungan serta tiram. “Kami harapkan ini dapat menunjang peningkatan ekonomi warga. Program ini kami harapkan menjadikan Pantai Cemara sebagai destinasi ekoeduwisata yang kekinian dan edukatif bagi wisatawan,” kata Rokhani, pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Himapenta.
Dua kegiatan ini terangkum dalam program bertema “Rebranding dan Revitalisasi Pantai Cemara Sebagai Ekoeduwisata Melalui Sinergi Kelembagaan Lokal Guna Kemandirian Ekonomi Desa Wringinputih Kecamatan Muncar Banyuwangi”. Program ini menjadikan Pantai Cemara sebagai destinasi wisata berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam lengkap dengan pemberdayaan sosial ekonomi bagi warga Desa Wringiputih.
Program ini berhasil meraih juara ketiga penghargaan Abdi Daya 2021 yang digelar oleh Kemendikbudristek untuk kategori support system atas program yang mereka jalankan. ajang Abdi Daya adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Tujuannya adalah menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi langsung kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha dan sejahtera melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).
“PHP2D telah memberikan mahasiswa pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat, bekerja dalam tim dan memecahkan masalah secara partisipatif,” kata Rokhani yang menjadi juara kedua kategori dosen pendamping.
Rokhani berusaha menempatkan diri sebagai teman diskusi, sehingga mahasiswa dapat menyusun prioritas kerja yang menjadi solusi bagi permasalahan warga desa. “Mahasiswa perlu didampingi, terutama saat harus memutuskan sebuah langkah, apalagi terkadang mereka harus mengambil keputusan dengan cepat. Banyak diantara mahasiswa yang masih minim pengalaman menggerakkan program di masyarakat sebab di bangku kuliah mereka lebih banyak belajar teori,” katanya. [wir/kun]






