Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengunjungi sejumlah rumah warga yang menjadi korban gempa bumi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (16/12/2021). Ia menyiapkan hotel sebagai tempat penampungan sementara.
“Sekarang sedang dihitung (rumah yang menjadi korban). Puluhan, di Kecamatan Ambulu maupun Tempurejo, dan itu tidak terlalu banyak. Kebanyakan kerusakan rumah (tembok) retak dan atap maupun genteng yang jatuh,” kata Hendy.
Gempa berkekuatan 5,1 skala richter ini berada pada 42 kilometer barat daya perairan Jember di kedalaman 10 kilometer. “Karena sangat dekat Pantai Watu Ulo di daerah Ambulu, pengaruhnya lumayan kencang. Banyak rumah retak yang harus dirobohkan, diperbaiki, karena berbahaya kalau begini. Beberapa tempat kami lihat (bangunan) patah sampai ke bawah dan ini perlu dibongkar semua dan didirikan baru. Itu yang paling aman,” kata Hendy.
Pemerintah Kabupaten Jember memberikan bantuan sembako kepada korban. “Dilihat kalau posisi rumah berbahaya, jangan ditinggali dulu. Mungkin bisa tidur di rumah saudara atau kalau memang tidak ada, kami bisa menampung di Dinas Sosial. Kami ada hotel Kebonagung yang bisa ditempati gratis untuk mereka,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gempa-jember”]
“Tapi sepertinya mereka tidak mau. Mereka tetap mau di rumah saja. Kami lihat tidak semua roboh. Hanya ada beberapa yang roboh total,” kata Hendy.
Hendy mengingatkan kepada masyarakat Jember agar tetap waspada. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember juga telah melakukan pelatihan-pelatihan mitigasi di lokasi potensi gempa, seperti di Kecamatan Puger. Pantai Watu Ulo yang masuk dalam daerah merah yang berisiko tinggi terjadinya gelombang Tsunami.
Menurut Hendy, warga yang berada di kawasan yang berjarak 100 meter dari pantai sudah memahami jika terjadi gempa dan kemungkinan terjadinya Tsunami. “Mereka lari ke gunung (daerah dataran tinggi),” katanya. [wir/but]






