Mojokerto (beritajatim.com) – Sektor pertanian yang didukung peternakan dan perkebunan, punya andil besar dalam menyejahterakan kehidupan masyarakat terlebih saat pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat penyerahaan trophy dan hadiah kepada para pemenang kontes peternak yang digelar Dinas Pertanian (Disparitas) Kabupaten Mojokerto.
Bupati juga mendorong pentingnya suatu manajamen pengolahan yang saling terkoneksi antar tiga bidang di atas. Pertanian, peternakan dan perkebunan dinilai punya korelasi yang erat. Misalnya, sisa akhir tanaman pertanian dapat dimakan hewan ternak dan produk limbah alami ternak (feses dll), dapat diambil manfaatnya untuk penyubur tanah pertanian.
“Hasil utama dari produk-produk ini, juga bisa dimaksimalkan menjadi produk olahan siap konsumsi untuk menaikkan penjualan. Sektor pertanian, peternakan dan perkebunan harus terus didukung untuk mewujudkan ketahanan pangan. Di sini ada peran manajemen. Kita harus pintar-pintar melihat itu,” ungkapnya, Selasa (14/12/2021).
Angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto diniliai dari Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) yang disumbang dari berbagai sektor. Bupati menjelaskan, 50 persen lebih, didapat dari perusahaan-perusahaan besar. Sisanya dari perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, dan sisanya lagi lain-lain.
“Saya sempat berdiskusi dengan Wagub Jatim, beliau mengatakan bahwa untuk urusan kesejahteraan masyarakat, kuncinya ada di sektor pertanian dan didukung peternakan dan perkebunan. Apalagi saat ini semua sudah didukung kecanggihan teknologi, dibarengi dengan SDM yang melek digital. Kita bisa mendorong para peternak milenial,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Sementara itu, Kepala Dispari Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah mengatakan, ada beberapa kriteria lomba dalam ajang tersebut. Yakni sapi calon induk, sapi indukan, sapi kereman, sapi ekstreem, kambing pejantan, kambing calon induk dan kambing indukan dengan jumlah peserta kontes sebanyak 148 ekor.
“Terdiri dari 9 ekor sapi ekstreem, 25 sapi kereman, 18 sapi dara/calon indukan, 32 sapi indukan, 24 kambing pejantan, 23 kambing indukan dan 17 kambing dara. Anggaran kegiatan dibebankan pada APBD 2021 sebesar Rp 310.512.500. Penilaian dilaksanakan sejak tanggal 1-9 Desember di 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto,” terangnya.
Turut hadir, Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Provinsi Jawa Timur Kusdiyarto. Kusdiyarto turut menyerahkan trophy dan hadiah kepada para pemenang kontes peternak sub kegiatan pengawasan mutu benih/bibit ternak, bahan pakan/pakan/tanaman skala kecil. [tin/suf]






