Jember (beritajatim.com) – PSIL Lumajang memuncaki klasemen sementara kompetisi sepak bola Liga 3 Zona Jawa Timur Grup J, setelah mengalahkan Singhasari Malang 1-0, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jumat (19/11/2021).
Gol tunggal anak-anak asuhan Slamet Sampurno ini dicetak Rahul Gilang Falintino saat pertandingan baru berjalan dua menit. Namun, ketatnya pertahanan Singhasari membuat PSIL gagal menambah gol ke gawang Muhammad Naufal Al Faruqi.
“Kami bersyukur atas kemenangan penting ini, meski secara permainan masih banyak yang harus ditingkatkan. Kami masih harus meningkatkan sentuhan bola di lini tengah, karena dalam pertandingan tadi pemain masih banyak melakukan salah passing,” kata Slamet.
Slamet melihat kesalahan-kesalahan operan akibat kurangnya rasa percaya diri. “Adik-adik masih belum bisa melepaskan tekanan dari dalam diri sendiri. Belum lepas mainnya sehingga terjadi kesalahan-kesalahan elementer. Ini jadi pekerjaan rumah saya,” katanya.
Slamet menilai performa pertahanan PSIL membaik. “Dari dua pertandingan sebelumnya, kami kebobolan lima gol. Hari ini alhamdulillah lini belakang kami clean sheet. Ada progress di situ. Untuk lini tengah dan lini depan masih banyak yang harus ditingkatkan. Menurut saya lawan terbesar adik-adik adalah diri mereka sendiri,” katanya.
Slamet akan menggenjot mental para pemain PSIL dan memoles lagi penyelesaian akhir lini depan. “Saya ingin mengembalikan kepercayaan diri pemain,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”liga-3″]
Pelatih Singhasari Muhammad Choirul Huda kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan ini membuat Singhasari menjadi juru kunci Grup J tanpa sekalipun mencatatkan kemenangan, kebobolan delapan gol dalam empat pertandingan tanpa sekalipun mencetak gol.
“Tapi saya lihat perjuangan pemain sudah maksimal. Saya membawa misi memberikan waktu bermain untuk semua pemain muda. Saya berharap pemain Singhasari bisa berkembang lebih baik,” kata Choirul.
Sejak awal, Choirul memotivasi pemain agar mau belajar dan bekerja keras. “Event ini adalah panggung pemain di Singhasari. Itulah kenapa kami merotasi pemain setiap pertandingan. Yang jelas kami dalam rangka pembinaan, karena kami tidak didanai pemerimtah daerah,” katanya. [wir/but]






