Hujan deras mengguyur sebagian wilayah Jember sejak pukul 17.30 WIB. Pukul setengah delapan malam, sungai yang tidak mampu menampung debit air meluap ke pemukiman warga dan fasilitas umum dan mengakibatkan banjir setinggi 30 – 100 centimeter.
Sebanyak 20 rumah di Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, terendam air setinggi 90 centimeter. Tembok pondok pesantren putri MHI jebol sepanjang 10 meter. “Sebanyak 300 orang pengurus dan santriwati diungsikan ke tempat yang lebih aman,” kata Mahmud Rizal, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember.
Tembok Ponpes Ar-Rasyid juga jebol. Akibatnya kurang lebih 130 orang pengurus dan santri serta santriwati diungsikan ke tempat yg lebih aman. Mereka yang mengungsi termasuk 12 orang balita dan orang lanjut usia.
Banjir setinggi 60 centimeter juga merendam 32 rumah di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari pada pukul 18.30. Namun pukul 00.30, Jumat dini hari, air sudah surut. Sementara itu di Desa Banjasari, tanah longsor menutup jalan sepanjang 35 meter.
Banjir juga terjadi Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul. Sebanyak 83 rumah terendam air berketinggian 20 – 80 centimeter selama kurang lebih 15-20 menit. Tiga musala pun ikut kebanjiran. Sementara itu di Desa Tanggul Wetan, 85 rumah terendam air berketinggian 20 – 40 centimeter. Ada empat rumah di Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, yang terdampak banjir.
“Ketinggian air sudah berangsur-angsur surut secara perlahan. Namun di beberapa lokasi sudah surut menyisakan lumpur dan diperlukan proses pembersihan di lokasi terdampak. Namun ada Desa Banjarsari hanya bisa dilewati kendaraan roda dua,” kata Rizal. [wir/ted]






