Mojokerto (beritajatim.com) – Jembatan penghubung antar desa di Desa Gunung Sari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Kamis (4/11/2021) putus. Jembatan putus setelah diterjang air hujan akibat luapan air sungai dari arah hutan kayu putih.
Hujan deras yang terjadi di wilayah Dawarblandong menyebabkan air sungai yang mengalir di Desa Gunung Sari meluap. Padahal jembatan penghubung antar desa tersebut masih dalam proses perbaikan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto.
Kepala Desa (Kades) Gunung Sari, Susanto mengatakan, Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto fokus pembangunan jalan poros desa dan baru bisa dilewati pada, Minggu (7/11/202) besok. “Setelah fokus jalan poros desa dilanjutkan perbaikan jembatan, jadi baru dikerjakan,” ungkapnya.
Hujan mengguyur Desa Gunung Sari dan sekitarnya sekira pukul 15.30 WIB, tiba-tiba air sungai dari arah hutan kayu putih meluap dan langsung menerjang jembatan. Akibatnya jembatan yang masih dalam proses perbaikan pada bagian plengsengan tersebut putus.

“Meski hujan tidak deras kalau air dari arah selatan, air selalu melimpah sehingga sungai meluap. Ada satu tiang listrik di sebelah timur jembatan ambruk, karena muncul percikan api sehingga saya berkoordinasi dengan pihak PLN untuk dilakukan pemadaman,” katanya.
Kades menjelaskan, kondisi Desa Gunung Sari pasca kejadian gelap lantaran aliran listrik dipadamkan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Akibat jembatan putus, warga di Dusun Sumber Dadi harus memutar sejauh 2 sampai 3 KM. Saat ini, Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto dan PLN sudah berada di lokasi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-mojokerto”]
Sebelumnya, jembatan penghubung antar desa di Desa Gunung Sari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto nyaris ambrol diterjang hujan deras. Tanah penahan jalan poros desa di sisi utara jembatan tergerus air sungai dari arah hutan kayu putih.
Air juga menyebabkan tanah penahan jalan cor beton yang merupakan jalan poros desa tergerus. Jalan poros tersebut menghubungkan Desa Sumber Wuluh di sebelah barat dan Desa Cinandang di sebelah timur.
Kejadian awal ambrolnya jembatan dan tergerusnya tanah penahan jalan poros desa tersebut terjadi pada tanggal 27 Desember 2020 dan kembali ambrop pada pertengahan bulan Januari 2021. [tin/ted]






