Surabaya (beritajatim.com) – Dua Raksasa Kota Milan terus menuju kembali ke masa kejayaannya. Setelah Inter Milan berhasil menjuarai Serie A kini AC Milan mencoba menjadi penantang yang serius untuk meraih scudetto.
Hingga giornata ke-11, Milan memang tampak berada di trek yang benar dengan hasil-hasil yang baik. Mereka mampu meraih 10 kemenangan dan hanya sekali imbang tanpa pernah kalah. Meski begitu, di Champions League penampilan mereka berbeda 180 derajat. Dari tiga pertandingan yang telah dijalani, semuanya berakhir dengan kekalahan.
Hal ini memperlihatkan bahwa Milan, masih harus menempuh jalan yang panjang untuk bisa menjadi juara. Berikut ini beberapa alasan kenapa Milan belum akan jadi juara.
Pemain-pemain rawan cedera
Dihantam badai cedera menjadi salah satu kendala utama bagi klub suhan Stefano Pioli. Pelatih kelahiran Italia itu pun cukup sulit meracik strategi. Sebab pemain yang cedera bukan hanya satu atau dua pemain saja. Hingga saat ini, tercatat sudah 9 pemain Milan menderita cedera karena berbagai alasan.
Terbaru, ada nama Samu Castillejo yang menambah daftar panjang pemain AC Milan sejauh pekan ke-11 Liga Italia Serie A berlangsung. Ada juga Mike Maignan, kiper ketiga Alessandro Plizzari, Alessandro Florenzi, Tiemoue Bakayoko, Junior Messias dan juga Ante Rebic. Di samping itu, untuk Theo Hernandez dan Brahim Diaz, mereka dinyatakan positif covid-19.
Inkonsistensi pemain
Selain dirundung badai cedera, inkonsistensi terhadap performa pemain juga jadi penyebab akan sulitnya perjalanan Milan dalam meraih gelar scudetto. Contoh pemain yang inkonsisten terhadap performanya sendiri misalnya sang gelandang, Franck Kessie.
Meski pada pertandingan melawan Roma dia berhasil menebus kegagalan penalti. Namun, aksi cerobohnya kala menghadapi Atletico Madrid yang berujung kartu merah untuknya menjadi kerugian bagi AC Milan yang saat itu harus menerima kekalahan. Oleh karena itu, Franck Kessie kerap dipertimbangkan Milan untuk dijual karena masalah inkonsistensi dalam penampilan.
Ragu menggaji pemain
Selanjut permasalahan mengenai gaji pemain belum juga terselesaikan. Entah mengapa, dalam beberapa tahun terakhir, Milan terkesan ragu memberi besaran gaji terhadap pemain. Contoh saja saat Milan hanya mampu memenuhi tawaran kontrak senilai 6,5 juta euro terhadap Kessie.
Padahal sejatinya Kessie menginginkan kenaikan gaji hingga 8 juta euro plus bonus senilai 2 juta euro. Jika masalah itu tak segera segera diselesaikan, bukan tak mungkin apa yang terjadi dengan Donnarumma dan Calhanoglu akan terulang pada Kessie.
Beberapa hal itu yang membuat raksasa Italia itu masih cukup sulit dalam merengkuh kembali gelar juara Serie A. [dan/tur]






