Lamongan (beritajatim.com) – Gelandang Persela Lamongan bernama lengkap Guilherme Felipe de Castro saat ini masih menjalani terapi pemulihan cedera metatarsal di negara asalnya, Brasil.
Oleh sebab itu, kini Persela Lamongan harus lebih bersabar untuk bisa memainkan gelandang asingnya, Guilherme Batata tersebut dalam kompetisi BRI Liga 1 2021/2022.
Sebagai informasi, Batata mengalami cedera metatarsal saat persiapan akhir sebelum BRI Liga 1 pada awal September lalu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk memulihkan cederanya.
Akibatnya, kondisi tersebut membuat Batata belum sekalipun memperkuat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir dalam mengarungi kompetisi BRI Liga 1. Batata juga lebih memilih menjalani pemulihan cideranya di tanah kelahirannya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi memastikan, bahwa kondisi Batata sudah jauh lebih baik. Namun, untuk sementara waktu ini masih belum bisa untuk terjun dalam pertandingan Liga 1 terlebih dahulu.
“Melihat kondisi rekaman terapi yang dia (Batata) kirim, pertandingan awal di seri 3 kemungkinannya kecil,” ujar Yunan, berdasarkan laporan video yang diterimanya, Senin (1/11/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”persela”]
Dalam video tersebut, terpantau Batata telah menjalai latihan dengan intensitas tinggi. Latihan itu juga mengkombinasikan antara latihan kecepatan dengan sentuhan bola yang dilakukan secara berulang-ulang dan bertahap dengan penambahan beban.
Program latihan yang sedemikian rupa tersebut diketahui telah disusun oleh seorang fisioterapis yang menangani Batata. “Kami berharap, Batata segera pulih seratus persen, agar bisa menambah kekuatan lini tengah Persela pada kompetisi musim ini untuk seri 3, meskipun tidak dari awal seri 3,” harap Yunan. [riq/but]






