Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur (Jatim) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur, di Jalan Pahlawan, Selasa, (26/10/2021).
Dalam aksi tersebut mereka menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi Jawa Timur bagi buruh.
Pantauan beritajatim di lokasi, perwakilan massa aksi yang diwakili oleh Jazuli selaku Ketua DPW FSPMI Provinsi Jatim diterima oleh Pihak Gubernur bersama dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan. Setelah sekitar 90 menit berdiskusi di dalam kantor Gubernur Jatim mereka pun keluar untuk mengumumkan hasil diskusi sekitar pukul 14.45 WIB.
Jazuli menjelaskan bahwa saat ini tuntutan buruh telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diwakilkan kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim (Asisten I), Benny Sampirwanto, dan Kadisnaker Jatim, Himawan Estu Bagijo. Ia meminta agar buruh bersabar dan memberikan waktu kepada Gubernur Jawa Timur untuk mengkaji temuan – temuan mereka.
“Tentu kawan – kawan ini menjadi titik nadir perjuangan kita. kalau upah rendah jangan harap kesejahteraan kita dapat. Kesejahteraan buruh tolak ukurnya upah. Nanti kita lihat apakah Gubernur Jatim memiliki niat baik untuk mensejahterakan rakyat atau malah menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk memiskiskan rakyat,” ujarnya sambil disambut dengan teriakan dari mobil buruh.
[berita-terkait number=”4″ tag=”demo-buruh”]
Jazuli menambahkan bahwa ia beserta masa aksi akan terus mengawal kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur. Terlebih lagi, dalam waktu dekat Gubernur Jawa Timur akan menetapkan Upah Minimun Provinsi Jawa Timur. Ia berharap agar UMP Jawa Timur bisa naik.
“Pertengahan november ini ada penetapan UMP provinsi. Kami tidak ingin mendengar diberbagai media upah minimum Jatim terendah nomor tiga di Indonesia. Kami ingin ada peningkatan. Masak Jatim kalah dengan NTB dan NTT daerah yang jauh kekayaannya dengan Jatim,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan mengapresiasi rekan – rekan buruh yang menjalankan aksi dengan damai. Pihaknya pun menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan 508 personel untuk mengamankan jalannya demo.
“Saya ucapkan terima kasih kepada massa aksi telah melakukan aksi damai dan mentaati prokes. Kegiatan tertib berjalan mulai masuk sampai kantor gubernur dan alhamdulilah semua bisa selesai tanpa ada kekerasan,” pungkasnya. (ang/ted)






