Mojokerto (beritajatim.com) – Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Tahun 2021 digelar sebagai langkah kongkrit kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bersama TNI/Polri dalam menghadapi potensi bencana yang akan terjadi.
Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan menjelaskan, jika Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana tersebut digelar secara serentak di seluruh kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur. “Sebagai apa? Sebagai langkah kongkrit kesiapan kita terhadap potensi bencana yang akan terjadi,” ungkapnya, Senin (25/10/2021).
Masih kata Kapolresta, saat ini sudah memasuki musim penghujan. Di beberapa daerah, hujan sudah turun secara rutin. Di wilayah hukum Polresta Mojokerto sendiri, di Perum Griya Jetis Permai di Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada, Minggu (24/10/2021) kemarin juga terjadi bencana angin puting beliung.
“Untungnya hanya rusak ringan, atap lepas dan alhamdulillah tidak ada korban. Keinginan kita tidak ada bencana tapi seandainya terjadi, kita susah siap, langkah yang dilakukan apa, kita sudah paham. Koordinasinya dengan siapa, kita juga nyambung maka pelayanan kongkrit akan lebih tepat. Melihat seperti ini, seluruh personil akan kita libatkan,” katanya.

Kapolresta menegaskan, tidak hanya anggota Polresta Mojokerto saja yang dilibatkan namun juga staff sehingga dalam Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana tersebut, para peserta diberikan pembekalan. Yakin tentang penanganan korban sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan dasar.
“Saya sudah perintahkan, sesuai standar operasional bahwa secara berkala harus dilakukan pengecekan, bahwa itu harus disiapkan. Apa-apa yang dibutuhkan juga diidentifikasi berdasarkan analisa, jika pohon di lokasi bencana banyak apa yang dibutuhkan. Kabel banyak maka harus koordinasi dengan pihak PLN, segera disiapkan. Jangan sampai benerin terus kesetrum,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”polresta-mojokerto”]
Diakui meski dengan segala keterbatasan yang dimiliki, lanjut Kapolresta, pihaknya sudah mengupayakan dan dipastikan standar dasar penanganan bencana sudah dilakukan. Harapannya, agar personil lebih siap siaga jika terjadi bencana khususnya di wilayah hukum Polresta Mojokerto.
“Kota Mojokerto kerawanan yang terjadi, banjir, kecelakaan lalu-lintas, angin puting beliung, kesetrum, kebakaran dan penanganan mall prosedur. Yang kelima bukan bencana ya, seperti penanganan salah malah mati. Makanya kita berikan pembekalan tadi. Harapan personil lebih siap siaga jika terjadi bencana,” tegasnya. [tin/but]






