Jember (beritajatim.com) – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Jember menyatakan kecewa terhadap alokasi anggaran pemusatan latihan (training center atau TC) untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VII.
“Anggaran TC dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah sangat tidak masuk akal. Kami hanya diberi plotting anggaran lima kali pertemuan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga,” kata Ketua Harian PBSI Agus Hadi Santoso.
Padahal, lanjut Agus, pemusatan latihan cabang olahraga bulutangkis bisa memakan waktu tiga sampai enpat bulan. “Stamina atlet digenjot, pelatih didatangkan dari luar,” kata mantan anggota DPRD Jember ini.
Dengan minimnya anggaran tersebut, menurut Agus, PBSI tidak akan menggunakannya. “Kalau cuma segitu, lima kali pertemuan, kami mampu membiayai,” katanya.
Agus menilai ada kesalahan persepsi dalam penganggaran. “Yang jadi tidak menarik, lima kali pertemuan itu dapat apa? TC itu ada karantina atlet. Makan dibiayai, pelatih diberi honor dengan baik, minimal tiga bulan. Mereka berlatih rutin tiap hari, tiga kali sehari,” katanya.
Agus mendengar tidak ada dana pembinaan pula. “Ini perlu jadi perhatian bupati dan DPRD. Kalau memang ingin maju, pendanaan perlu ada. Kami harapkan pada APBD 2022, selain untuk persiapan porprov, dana pembinaan perlu (dianggarkan),” katanya.
Tidak adanya dana pembinaan membuat PBSI Jember kesulitan menggelar turnamen atau kejuaraan tingkat kabupaten Piala Bupati. “PBSI sudah memberikan proposal, tapi belum ada tanggapan. Kami akhirnya apapun yang terjadi akan menggelar open tournament tingkat Jawa Timur bekerjasama dengan swasta pada 2022,” kata Agus.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pbsi-jember”]
Saat ini, untuk persiapan porprov, ada empat atlet yang dilatih PBSI di pelatihan kabupaten (pelatkab) dengan biaya mandiri. “Empat atlet lainnya dilatih oleh klub masing-masing,” kata Agus. Delapan atlet ini dipastikan menjadi andalan Jember dalam cabang olahraga bulutangkis.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga M. Yusuf membenarkan jika anggaran pemusatan latihan terbatas. “Awalnya, TC semua cabor dalam APBD 2021 dianggarkan 18 kali pertemuan. Tapi karena kemarin ada perubahan anggaran refocusing, sehingga tahun ini kami hanya mampu mengalokasikan lima kali pertemuan,” katanya.
Yusuf mengatakan, belum semua cabor menyelesaikan seleksi atlet yang akan diikutsertakan dalam porprov. “TC ini menyambung dari seleksi kemarin. Dari 36 cabang olahraga masih ada yang belum selesai. Padahal itu menjadi dasar pelaksanaan TC,” katanya.
Pemkab Jember akan mengalokasikan anggaran cukup besar pada APBD 2022 untuk kepentingan porprov. “Kami akan berusaha mudah-mudahan pada Januari 2022, APBD bisa langsung dieksekusi, sehingga bisa langsung ada TC,” kata Yusuf. [wir/suf]






