Surabaya (beritajatim.com) – Apa terbayang di kepala anda ketika ada yang menyebut nama Messi? Sebagian besar dari kita pasti akan langsung menjawab Barcelona. Seperti juga ketika ada yang menyebut nama Lampard atau Gerrard, pasti langsung teringat dengan Chelsea dan Liverpool.
Karena memang nama-nama pemain tersebut sudah sangat melekat dengan klub yang pernah mereka bela, bahkan layak untuk disebut legenda. Sebagian Legenda berhasil menuntaskan masa baktinya di klub dengan baik sampai pensiun seperti Fransesco Totti. Lebih banyak lagi yang terpaksa hengkang karena berbagai alasan seperti Iker Casillas dan Lampard.
Di bawah ini beberapa pemain legendaris yang terpaksa meninggalkan klub yang sudah melekat erat dengan nama mereka karena berbagai alasan.
Lionel Andreas Messi
Messi dan Barcelona ibarat unsur kehidupan yang sulit dipisahkan. Namun, kebijakan liga Spanyol telah membuat keduanya resmi berpisah pada musim panas 2021.
Messi yang sudah memainkan 778 pertandingan dengan torehan 672 gol, 300 assist, dan 35 trofi selama berkarir di Barcelona. Kebijakan Salary Cap yang diterapkan La Liga, membuat Barcelona terpaksa melepas Messi ke PSG demi pengeluaran gaji klub sesuai batas yang ditetapkan La Liga. Messi tidak bisa berbuat apapun, dan akhirnya harus mengucapkan perpisahan kepada klub yang ia cintai dengan linangan air mata. Kepergian Messi jadi duka untuk Barcelona.
Johan Cruyff
Legenda sepak bola dunia ini dikenal memiliki hubungan yang erat dengan Ajax dan Barcelona. Bermain selama 9 tahun di Ajax, akhirnya dia memutuskan hengkang dari Ajax ke Barcelona karena merasa dikecewakan rekannya yang memilih Piet Keizer sebagai kapten. 5 Musim bermain bersama Barcelona membuat ia menjadi legenda Catalan. Nahas bagi Cruyff, ia terpaksa hengkang lagi dari Barcelona. Hal ini disebabkan masalah yang dialami pada keluarga Cyruff karena jadi sasaran penculikan di Barcelona.
Thiago Silva
Selanjut pemain asal Brazil yang dulu dikenal berkat penampilan gemilang di PSG. Namun, bek tengah ini memutuskan hengkang dari PSG karena merasa klub tidak menghargainya. Selama 8 tahun menjadi kapten, menurut pengakuan Silva, klub menunjukkan sikap kurang mengenakkan terhadapnya. Meski begitu, Silva tetap merasakan hal-hal baik di PSG, sehingga membuatnya menyukai klub ini. Terlebih, Silva merasakan final Liga Champions pertama kali dengan PSG.
Luis Suarez
Kembali ke musim panas 2020, saat legenda dan pemain kunci bagi kejayaan Barcelona, didepak oleh klub. Berseragam Blaugrana selama 6, Suarez sudah membela tim dalam 300 pertandingan. Di musim terakhir membela Barca,
Suarez yang sudah berusia kepala tiga, mengalami masalah kebugaran.
Meski begitu, dia sempat meminta perpanjangan kontrak selama 4 tahun, namun ditolak oleh klub. Keputusan klub itu membuatnya pindah ke rival mereka, Atletico Madrid.
Andrea Pirlo
Pirlo punya tendangan bebas yang sangat maut, ia berhasil membuktikan semua ketika berseragam AC Milan. Gelandang berkebangsaan Italia ini meninggalkan klub dengan mengemas sekitar 400 pertandingan.
Di AC Milan, dia menjadi pemain penting dalam selama 10 tahun. Namun ia merasa tidak dihargai kala AC Milan hanya menyodorkan kontrak semusim baginya yang telah berusia diatas 30 tahun. Kesepakatan kontrak yang gagal itu, membuat Pirlo pindah ke tim yang cukup mengejutkan penggemar, Juventus.
Sergio Ramos
Ramos sangat akrab dengan Real Madrid lantaran ban kapten yang ia kenakan selama bermusim-musim lamanya. Namun, di bursa transfer musim panas 2021 Romos memutuskan untuk hengkang lantaran dirinya yang ingin mendapatkan perpanjangan kontrak 2 tahun. Sementara, Real Madrid hanya menawarkan tahun dengan potongan gaji. Kebersamaan Ramos dan Madrid pun berakhir setelah ia resmi tanda tangan kontrak Paris Saint Germain.
Iker Casillas
Mengharukan, sekaligus cukup miris bagi Iker Casillas karena tidak ada seremonial resmi saat Madrid melepasnya ke FC Porto. Padahal, Iker Casillas sudah mengenakan seragam Real Madrid dari usia 9 tahun. Mulai saat itu, Casillas menunjukkan loyalitas dan rasa cintanya pada klub Ibu Kota Spanyol ini.
Bahkan, ia ingin mengakhiri karir di Real Madrid, tak peduli kondisinya. Casillas juga turut menyumbang 3 gelar Liga Champions, termasuk La Decima atau yang ke-10 pada 2014. Kebersamaan keduanya mesti berakhir lantaran hubungan tak harmonis dengan beberapa pelatih, serta turunnya performa membuat Real Madrid tak ragu mendepak legendanya.
Itulah beberapa transfer yang cukup emosional bagi penggemar klub. Bagi kalian, perpindahan siapa yang paling tidak disangka? (dan/tur)






