Gresik (beritajatim.com) – Kabupaten Gresik masuk zona oranye atau level 3. Pusat perbelanjaan atau mal telah boleh buka. Tetapi jumlah pengunjung masih sepi. Hal ini disebabkan satgas covid-19 setempat membatasi kunjungan 20 persen dari kapasitas mall yang beroperasi.
Sesuai aturan dari pemerintah, setiap pengunjung yang masuk ke mall wajib melakukan scan barcode sertifikasi vaksinasi.
Di Gressmall misalnya, pengunjung yang hendak masuk sibuk mengeluarkan smartphonenya untuk melakukan scan barcode. Ada pula yang belum tahu dan hanya membawa kartu vaksinasi. Namun, atas intruksi dari pemerintah pusat, syaratnya harus melalui scan barcode. Dari scan itu nanti akan terlihat berapa yang melakukan kunjungan di tempat tersebut.
General Manager Gressmall Gresik Yudi PWR menuturkan, saat ini seluruh karyawan di Gressmall sudah tervaksinasi 99 persen. Pihaknya siap untuk mendukung Pemkab Gresik dalam menggenjot lagi pertumbuhan ekonomi di Gresik.
“Soal tempat vaksinasi ini, kami sudah berkirim surat ke Forkopimda dan Bupati Gresik. Harapannya bulan September 2021 sudah bisa dimulai,” tuturnya, Jumat (27/08/2021).
Sementara itu, Direktur Sales & Marketing PT Dharma Graha Utama Ika Putri Widyaningtyas mengatakan, saat pemberlakukan PPKM level 4 sangat menghantam sektor pusat perbelanjaan. Bahkan, turunnya level PPKM ke level 3 ini belum sepenuhnya membuat para pelaku usaha bernafas lega.
“Memang sangat berat. Kami berharap pemerintah mengeluarkan strategi yang tepat supaya pertumbuhan ekonomi kembali normal,” kata Ika Putri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-gresik”]
Secara terpisah, berdasarkan data Tim Relawan tenaga kesehatan (Nakes) Gresik, cakupan vaksinasi baru menyasar 33,04 persen masyarakat Gresik. Yakni 334.227 orang untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua mencapai 12,73 persen.
Koordinator Relawan Tenaga Kesehatan dr Singgih Widi Pratomo mengatakan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan juga telah berkoordinasi untuk melakukan vaksinasi kepada para siswa. Yakni untuk mengambut pembelajaran tatap muka (PTM). Namun, ketersediaan vaksin di Gresik minim.
“Saat ini kami menunggu droping vaksin dari pusat. Meski kami bisa melakukan vaksinasi 15 ribu per hari, tapi vaksinnya belum ada,” pungkasnya. [dny/but]






