Surabaya (beritajatim.com) – Genderless fashion adalah sebuah gaya berbusana yang tidak memiliki preferensi gaya maskulin atau feminin. Gaya berbusana yang juga dikenal sebagai gaya berbusana androgini ini sudah banyak dikenakan oleh berbagai musisi, seperti: David Bowie, Prince, dan Annie Lennox sejak tahun 1970-an.
Jauh sebelum itu, pada awal 1930-an Elsa Schiaparelli adalah orang yang menjadi pionir gaya berbusana bebas gender ini dengan memotong rok untuk membuat kulot di koleksi pakaiannya. Selain Elsa Schiaparelli, Yves Saint Laurent juga pernah mengeluarkan sebuah gaun dengan gaya busana ini pada koleksi Le Smoking mereka di tahun 1960.
[berita-terkait number=”5″ tag=”fashion”]
Pada awalnya gaya berbusana ini tidak banyak diterima oleh komunitas pecinta fashion karena keambiguannya yang dianggap terlalu tabu untuk digunakan dan dipopulerkan. Pakaian dengan gaya androgini ini kemudian menjadi simbol dari publik figur atau seseorang yang membebaskan diri mereka tekanan binari untuk memilih antara maskulin atau feminin.
Menurut Dawn Karen, seorang psikologis fashion dan founder dari Fashion Psychology Institute pada wawancaranya dengan The Fashion Globe Magazine, evolusi fashion ini disebabkan oleh semakin banyaknya wanita yang memilih berkarir di tempat yang didominasi oleh pria.
Dawn memberi contoh seragam polisi yang awalnya dirancang untuk pria, kini juga banyak dikenakan oleh polisi wanita. Ia menambahkan bahwa fashion zaman sekarang semakin cair, yang membuat menjelaskan bagaimana cara seseorang berpakaian semakin sulit.
Akan tetapi, dengan adanya gaya busana ini, menggambarkan fashion sebagai suatu hal yang terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenakannya.
Di Indonesia sendiri, gaya busana androgini ini juga sudah banyak diadaptasi. Salah satu designer yang banyak menggunakan gaya busana ini adalah Oscar Lawalata.
Selain itu, Darell Ferhostan, salah satu model kenamaan Indonesia juga sangat percaya diri menggunakan gaya busana ini, ia juga sukses menjalankan karir model internasionalnya dengan gayanya yang khas tersebut.
Pakaian-pakaian dengan gaya busana tersebut juga semakin banyak ditemukan di Indonesia, seperti dalam pakaian oversized blazer, kaus flannel, jeans, dan kaus-kaus yang tidak memiliki batasan gender lainnya. [dwp/bjo]






