Caption Foto : Petugas pemadam kebakaran saat melokalisir kebakaran di lokasi milik Kasem.
Lamongan (beritajatim.com) – Pada musim kemarau ini, kebakaran kerap terjadi di Kabupaten Lamongan dalam beberapa pekan terakhir, mulai dari lahan jati, toko atau kios, hingga tempat pembuangan sampah.
Sementara itu, kali ini kebakaran kembali menimpa salah satu rumah warga yang berada di Dusun Babat Desa Babatkumpul Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan.
Rumah kosong seluas 8×10 m² milik warga bernama Kasem (70) ludes terbakar. Diduga penyebab terjadinya kebakaran ini dikarenakan adanya arus pendek listrik.
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Lamongan, Amri mengatakan, bahwa pihaknya menerima laporan terjadi kebakaran pada pukul 10.00 WIB, sehingga ia segera gerak cepat dengan menerjunkan petugas pemadam kebakaran menuju ke titik lokasi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kebakaran”]
“Kita mendapat informasi kejadian kebakaran sekitar pukul 10.10 WIB tadi, dan langsung menurunkan 9 personil bersama 2 (dua) unit armada ke lokasi kejadian, tiba di sana sekitar pukul 10.30 WIB,” ujar Amri saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/8/2021).
Meskipun api tidak menjalar ke rumah warga di permukiman tersebut, Amri mengatakan, namun setidaknya kebakaran tersebut membuat panik warga pada kawasan sekitar. “Kita masih mencari pemicu pasti kebakaran ini dari mana. Namun, dugaan kuatnya karena arus pendek listrik,” sambungnya.
Amri juga menuturkan, bahwa saat ini api sudah bisa dipadamkan. Namun demikian, untuk mengantisipasi penyalaan kembali terjadi, imbuh Amri, petugas terus melakukan penyiraman terhadap sisa-sisa kebakaran di lokasi tersebut.

“Petugas berhasil memadamkan kobaran api pada sekitar pukul 10.50 WIB. Meski begitu, untuk memastikan api tidak muncul kembali, petugas telah melakukan penyiraman hingga tuntas di lokasi tersebut,” tandasnya.
Lebih lanjut, Amri menuturkan, bahwa dalam kebakaran ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang harus ditanggung dalam kebakaran ini ditaksir hingga puluhan juta. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, total kerugian kurang lebih mencapai Rp 10 juta,” imbuhnya.
Terakhir, Amri menghimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi kebakaran. “Akhir-akhir ini sering terjadi kebakaran, di musim kemarau ini sangat rawan sekali, maka kami meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkannya,” pungkasnya.[riq/kun]






