Ponorogo (beritajatim.com) – Masuk minggu ketiga bulan Agustus ini, Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi di RSUD dr. Harjono Ponorogo mulai menurun. Data terakhir dari rumah sakit plat merah itu, pada tanggal 19 Agustus kemarin tercatat sebanyak 59 persen. Sedangkan untuk Bed Occupancy Rate (BOR) intensif care unit (ICU) terisi sebanyak 67 persen.
“Dibandingkan sebelumnya atau bukan lalu, ya sekarang ini sudah menurun. Baik itu untuk BOR isolasi maupun BOR ICU -nya,” kata Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, dr. Made Jeren, Jumat (20/8/2021).
Dalam dua bulan terakhir, kata Made BOR isolasi dan ICU memang cukup tinggi. Untuk BOR isolasi pun bisa mencapai 100 persen lebih. Jika pasien yang berada di tenda darurat juga dihitung. Sebab saat itu tenda darurat juga penuh, ada 32 pasien yang dirawat disana.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
“Di tenda darurat juga sudah turun, bahkan kemarin untuk pertama kalinya kosong tidak ada pasien yang transit disitu,” katanya.
Meski tidak ada pasien yang dirawat di tenda darurat, Made menyebut pihaknya tidak buru-buru untuk membongkarnya. Dia masih melihat tren pasien yang masuk ke rumah sakit. Apakah masih terkendali, artinya masih bisa dirawat di ruang perawatan atau ruang isolasi. Karena memang kuotanya masih ada.
“Kita lihat tren dulu. Daripada sudah dibongkar, ternyata ada banyak pasien yang masuk lagi, kan harus dipasang lagi,” katanya.
Made mengatakan saat ini pasien Covid-19 yang dirawat semuanya ada 78 pasien. Dari jumlah itu, 9 pasien dirawat di ICU. Rata-rata pasien yang dirawat di ICU tersebut mempunyai komorbid atau penyakit bawaan selain Covid-19. “Ya rata-rata yang dirawat di ICU, pasien Covid-19 yang berkomorbid,” pungkasnya. (end/kun)






