Gresik (beritajatim.com) – Kasus covid-19 di wilayah Gresik terus melandai dan masuk zona oranye. Pasien yang terpapar menjalani isolasi mandiri (Isoman) segera dipindah ke isolasi terpusat (Isoter). Baik itu di Rumah Sakit Lapangan Stadion Gelora Joko Samudro maupun rumah sakit.
Untuk memudahkan pemindahan tersebut, ratusan personel dari Babinsa Kodim 0817 serta Bhabinkamtibmas Polres Gresik dikerahkan membantu pemindahan pasien yang sedang menjalani isoman.
Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail menuturkan, program isoter merupakan perintah pusat. “Sesuai arahan pusat, sekarang tidak ada lagi isolasi mandiri. Seluruh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus menjalani isolasi terpusat. Baik di Gejos maupun rumah sakit,,” tuturnya, Rabu (18/08/2021).
Taufik Ismail berpesan agar Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang berada di lapangan. Mengkedepankan upaya preventif.
“Ajak pasien isoman secara humanis agar dengan sukarela mau menjalani isolasi terpusat. Pengertian dan pemahaman harus diberikan secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menambahkan, pasien yang menjalani isoter di Gejos 100 persen sembuh. Tidak ada yang meninggal dunia. Untuk itu, upaya preventif tetap dikedepankan untuk menghindari bentrokan.
Sementara, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya berharap masyarakat atau pasien isoman agar secara sadar menjalani isoter. Di sana, fasilitas dan layanan kesehatan lebih lengkap dan memadai.
“Upaya semaksimal mungkin harus kita lakukan dalam rangka penanganan Covid-19. Bhabinkamtibmas dan Babinsa harus terus bersinergi,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Saat ini lanjut dia, jajaran Forkopimda Gresik tengah meramu kebijakan agar pasien isoman mau menjalani isoter. Termasuk mencari inovasi agar isoter tidak lagi menakutkan, melainkan destinasi bagi pasien Covid-19 agar cepat sembuh.
Seperti diberitakan, wilayah Gresik per tanggal 17 Agustus 2021 sudah keluar dari zona merah menjadi zona oranye. Bahkan, bed occupancy ratio (BOR) juga terus menurun. Namun, penerapan PPKM masih berada di level 4 karena masuk aglomerasi.
“Gresik mendapat apresiasi dari Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya. Pasalnya, berhasil mecatatkan hasil tracing tertinggi di Jawa Timur,” pungkas Arief. [dny/but]






