Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 tidak membuat bisnis properti berlarut-larut dalam kelesuan. Keberanian untuk ekspansi di tengah pandemi ini, justru dilihat sebagai hal positif bagi PT Surya Kalixtus Sanggraloka. Hal ini disampaikan CEO PT Surya Kalixtus Sanggraloka, Imam Machmud, Minggu (15/8/2021).
Menurut Imam, saat ini pihaknya telah sukses mengembangkan tujuh project hunian dengan konsep wisata alam. Di antaranya Grand Wisata Pandan Arum (Pacet-Mojokerto), Grand Surya Trowulan (Mojokerto), Grand Surya Ketintang (Surabaya), Grand Surya Sepanjang (Sidoarjo), Grand Surya Lebaksono (Mojosari), dan Grand Surya Kertosari (Pasuruan).
“Justru situasi ini (pandemi) menantang kami untuk bisa terus berinovasi dalam mengembangkan bisnis properti. Terutama dengan konsep hunian berlatar belakang alam,” kata Imam.
Ditambahkan Imam, terbaru PT Surya Kalixtus Sanggraloka telah menargetkan konsep hunian modern nan asri Grand Wisata Prigen di lahan seluas 2 hektare.
“Konsepnya rumah bernuansa villa di kawasan Gunung Arjuna. Tentunya view yang disajikan adalah hamparan pepohonan yang hijau, kebun durian, serta udara dingin yang bersih. Selain itu dilengkapi fasilitas rest area, toko-toko tradisional, playing ground, camping ground, kolam renang dan cafe kekinian,” tambahnya.
Konsep hunian alam ini, lanjut Machmud, tentunya akan dapat menciptakan kenyamanan dan meningkatkan imun bagi para penghuninya, terutama di tengah pandemi Covid-19.
Selain itu, PT Surya Kalixtus Sanggraloka selaku pengembang ingin mewujudkan masyarakat Lohjinawi. “Artinya, kami ingin mengajak masyarakat bergaya hidup sehat, yang diawali dengan selalu positive thinking, rajin berolah raga, makan yang sehat dan bergizi. Apalagi jika kita bisa menikmatinya dari hasil pertanian yang segar langsung dipetik dari kebun sendiri,” jelas Imam.
Sementara peserta gathering, Nia Kurnia mengatakan hunian berkonsep alam sudah lama diidamkannya. “Saya suka mengambil hunian Grand Wisata Prigen. Kita seperti berwisata di rumah sendiri. Selain itu, tinggal di rumah dengan udara yang sejuk dan asri sulit didapatkan di perkotaan. Saatnya back to nature. Tiap pagi kita bisa berolah raga sambil lihat gunung. Dan, menanam sayuran di rumah sendiri,” tandas Nia. (tok/kun)






