Surabaya (beritajatim.com) – Jika Liga 3 benar-benar bergulir, tentu Asprov PSSI Jawa Timur memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat. Pasalnya, bukan hanya menyiapkan regulasi baru karena di masa pandemi, tapi PSSI Jatim juga dituntut mencari dana sponsor besar untuk menutupi pengeluaran setiap pertandingan yang mewajibkan sesuai protokol kesehatan dimana pemain harus melakukan Tes PCR sebelum pertandingan.
“Biaya pelaksanaan jelas tinggi sekarang. Sekali PCR saja udah hampir satu juta, apalagi sekarang kebijakannya PCR. Tapi kalau hanya antigen bisa sedikit murah, tapi tetap saja ini tantangan baru bagi Asprov untuk menambah sponsor misal saja dapat 3 M, bisa dibagi kira-kira 70-an tim, satu tim butuh dana 40 jutaan, nanti kita berupaya. Yang penting bisa meringankan tim karena biaya pendaftaran tetap gratis,” ungkap Ahmad Riyadh UB, Ketua PSSI Jawa Timur, Sabtu (6/8/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”liga-3″]
Lebih lanjut, Ia mengaku optimis Liga 3 ini dapat terlaksana dengan baik meski digelar di tengah situasi pandemi virus corona atau Covid-19. Pasalnya, dalam pelaksanaannya akan diberlakukan protokol kesehatan yang ketat. “Kemudian yang penting lagi semua harus sudah tervaksin karena berdasar penelitian, kalaupun terpapar gejalanya tidak akan berat. Kita harap ini dapat juga mencegah penularan,” ujarnya.
Karena itu pria yang juga Anggota Komite Eksekutif PSSI Pusat itu menegaskan, gelaran kompetisi sepak bola ini bisa untuk segera diputar. Pasalnya, negara lain pun sudah menunjukkan bagaimana pelaksanaan kompetisi di tengah pandemi dengan prokes yang begitu ketat. “Tak hanya itu, kalau sepak bola diputar maka ekonomi juga akan berputar karena penjualan merchandise dan sebagainya,” pungkasnya.
Untuk itu, ia tak lupa mengingatkan kepada masyarakat dan pelaku sepak bola untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Sehingga, angka kasus Covid-19 dapat segera turun.[way/kun]






