Malang (beritajatim.com) – Presiden Klub Arema FC Gilang Widya Permana membantu Aremania dan 34 panti asuhan di Malang Raya yang terdampak Covid-19. Dia mengirimkan seribu paket sembako selain peringatan ulang tahun ke 34 klub Arema juga untuk menyambut keputusan PSSI yang resmi mengggulirkan Liga 1 pada 20 Agustus mendatang.
“Terima kasih PSSI dan LIB yang resmi mengumumkan kompetisi akan bergulir. Kita di Arema FC sangat menyambut antusias, apalagi ini tepat momentum ulang tahun Singo Edan, kita sambut dengan kegiatan yang positif dengan berbagi sembako untuk mereka yang terdampak,” ujar Gilang, Jumat (6/8/2021).
Juragan99 ini berharap bantuan yang mereka lakukan mampu membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Apalagi kick off Liga 1 hanya menyisahkan waktu dua pekan saja, diharapkan Liga 1 membuat imun pecinta sepak bola meningkat.
“Tujuan agar membantu penanganan Covid -19 ini segera usai. Dan kita bisa menjalankan sepakbola dengan gembira, bahagia dan bisa memberikan imun positif agar kita bisa lepas dari pandemi,” imbuh Gilang.
Selain itu, Gilang mengatakan, program ini rangkaian dari perwujudan jargon ultah Arema yakni Solidarity. Menurutnya, solidaritas tidak sekedar jargon, namun perlu diaktualisasikan dengan memberikan manfaat kepada pihak yang terdampak pandemi Covid-19.
“Di antaranya adalah Aremania yang mungkin terdampak usahanya, atau ada yang menjalankan isoman, juga kalangan adik adik di 34 Panti Asuhan se Malang Raya. Semoga dengan sedikit berbagi ini bisa memberikan semangat agar mereka tetap antusias menyambut kompetisi dengan tetap mendukung dari rumah,” papar owner J99 Corp ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-fc”]
Gilang juga mengimbau agar Aremania tetap di rumah saat perayaan HUT ke 34 Arema berlangsung. Aremania dilarang keras konvoi dan membuat kerumunan. Karena Malang Raya masih berstatus zona merah dan sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.
“Kami mendukung langkah pihak kepolisian agar kita bersama jaga Malang Raya tetap kondusif, tetap jaga prokes, gunakan masker ganda, sukseskan vaksinasi. Kita harus jaga kepercayaan pemerintah, Menpora yang memberi izin kompetisi digelar tapi dengan prokes ketat,” tandasnya. [luc/but]






