Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunda program vaksinasi massal dosis kedua. Karena stok vaksin untuk dosis ini dipastikan sudah habis.
Sejumlah pamflet pengumuman pun ditempelkan di pagar kantor Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Pamflet itu berisi tulisan penundaan vaksinasi dosis kedua untuk tanggal 3 hingga 9 Agustus 2021.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan masyarakat tak perlu khawatir. Karena pasti akan mendapatkan vaksin dosis kedua secara bergiliran.
“Kalau ada vaksin, akan kita vaksinkan. Kalau ada yang terlambat jangan pernah khawatir, karena jeda waktu masih ada. Bukan karena setelah itu vaksin hilang,” kata Walikota Surabaya, Rabu (4/8/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksinasi”]
Walikota Surabaya menjelaskan, dulu setelah mendapat suntikan dosis pertama vaksin sinovac, suntikan dosis kedua akan dilakukan dengan jeda 14 hari. Tetapi, ternyata lebih efektif dengan jeda 28 hari.
“Ketika di cek yang 14 hari di cek imunnya dia naiknya sekitar 8-10. Tapi kalau yang sudah dijeda 28 hari maka dia lebih tinggi, jauh-jauh lebih tinggi. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir, kalaupun nanti ada yang terlmbat 1-2 hari itu masih dalam batas kaidah kedokteran,” ucapnya.
Saat ini Pemkot Surabaya memfokuskan vaksin dosis kedua dan telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim, Pangdam dan Kapolri untuk stok vaksin dosis kedua.
“Sesuai yang disampaikan bu gubernur itu seminggu ada dua kali pengiriman tapi kami juga akan koordinasi dengan gubernur, pak pangdam, dan pak kapolri selebihnya dosis kedua ada berapa akan kita sampaikan ke masyarakat,” tandas orang nomor satu di Pemkot Surabaya ini.(asg/kun)






