Jakarta (beritajatim.com) – Anggota Komisi II Fraksi PKB DPR RI Yanuar Prihatin menegaskan, fasilitas hotel untuk isolasi mandiri untuk anggota DPR sungguh tak pantas di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat sehingga dianggap menyakiti hati rakyat.
Menurutnya, warga yang terpapar Covid 19 harus antre untuk dapat pelayanan di rumah sakit. Bahkan merekapun belum tentu dapat kamar jika ingin isolasi di rumah sakit.
“Bagi yang terpapar parah karena ada penyakit bawaan lainnya, belum tentu juga rumah sakit memiliki ketersediaan kamar untuk menampungnya,” ujar Yanuar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”DPR-RI”]
Dia meminta cobalah rasakan situasi darurat semacam ini. Bagi masyarakat bawah yang terpapar Covid-19, situasi mereka pasti lebih sulit lagi. Obat-obatan gratis yang disiapkan pemerintah belum tentu menjangkau mereka sepenuhnya.
“Agak memalukan jika kemudian anggota DPR minta difasilitasi khusus untuk isolasi mandiri di tengah suasana rakyat serba kesusahan,” ujarnya.
Dia menilai, hal tersebut kesannya manja banget, aji mumpung dan menyepelekan penderitaan rakyat bawah. “Di mana simpati dan empatinya terhadap penderitaan orang lain?,” katanya.
Yanuar menegaskan, anggota DPR memiliki kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri jika terpapar covid 19. Mereka pasti paham apa yang harus dilakukan. Mampu beli obat-obatan sendiri. Bisa isolasi sendiri di manapun mereka mau.
Jadi, negara tidak perlu berlebihan urus fasilitas isoman anggota DPR. Kalau toh ada anggaran khusus untuk fasilitasi ini, lebih baik salurkan untuk kebutuhan masyarakat. “Dan tidak perlu juga anggota DPR mengemis-ngemis kepada pemerintah untuk dapat keistimewaan fasilitas isoman,” ujarnya. (hen/kun)






