Jember (beritajatim.com) – Aliansi Wartawan Jember Lawan Corona menyampaikan 19 usulan untuk refocusing anggaran penanganan pandemi Covid-19 kepada Bupati Hendy Siswanto melalui DPRD Jember, Jawa Timur.
“Pemerintah Kabupaten Jember, seperti dinyatakan Bupati Jember Hendy Siswanto hendak merealokasi anggaran di APBD Jember 2021, khusus untuk penanganan Covid-19, sebesar Rp 150 miliar,” kata Sri Wahyunik, salah satu wartawan.
Wahyunik mengatakan, jumlah itu tidak sedikit dan harus dialokasikan dengan tepat untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember. “Karenanya, kami perlu menyampaikan beberapa masukan kepada pemerintah supaya anggaran itu bisa terpakai tepat sasaran,” katanya.
Pertama, Pemkab Jember menyediakan Call Center khusus penanganan Covid-19. “Kenapa ini penting, karena tidak sedikit warga yang ingin bertanya terkait penanganan Covid-19, vaksinasi, tes rapid, pelayananan penanganan isolasi mandiri dan sebagainya,” kata Wahyunik.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Kedua, Pemkab Jember bisa merekrut relawan tenaga kesehatan dari sekolah tinggi kesehatan. “Terutama bagi mereka yang mendapatkan beasiswa dari Pemkab Jember,” kata Wahyunik.
Ketiga, Pemkab Jember memfasilitasi tertib dan tepatnya waktu pembayaran insentif tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19. Keempat, seiring lonjakan kasus, pentingnya mempertimbangkan pembuatan rumah sakit lapangan.
Kelima, adanya informasi cepat, tepat, akurat, dan terkini tentang lokasi pelaksanaan program vaksinasi. Keenam, Pemkab Jember menyediakan vitamin, obat, dan makanan bergizi untuk pasien isolasi mandiri, baik yang berada di fasilitas milik Pemkab Jember maupun di rumah warga.
Berikutnya, perlunya keterbukaan informasi publik terkait data terkini dan terakurat tentang kondisi Covid-19, termasuk ada tidaknya varian baru. “Informasi tentang persebaran Covid-19 ini bisa dilakukan oleh petugas yang mengerti tentang teknis kesehatan, yakni petugas dari Dinas Kesehatan,” kata Wahyunik.
Kedelapan, penyediaan anggaran/bahan untuk rukun tetangga dan rukun warga untuk penyemprotan disinfektan. Usul selanjutnya adalah pemenuhan kebutuhan alat pelindung diri (APD). “Sepuluh, sosialiasi Covid-19 dengan memakai pelantang suara di tempat ibadah dan tempat umum,” kata Wahyunik.
“Kami juga mengusulkan ada subsidi tes PCR (Polymerase Chains Reaction) untuk masyarakat dari pemerintah daerah. Pemkab Jember juga perlu membentuk relawan pesan antar atau beli obat khusus pasien isolasi mandiri di rumah,” kata Wahyunik.
Ketigabelas, Pemkab Jember perlu membuka layanan konsultasi dokter-dokter Jember untuk para pasien isoman secara gratis. “Sampah medis di puskesmas hendaknya dimusnahkan secara rutin,” kata Wahyunik.
Usulan kelima belas adalah prioritas vaksinasi untuk ibu hamil dan anak. Pemkab Jember juga diminta memberi insentif khusus untuk bidan yang membantu setiap proses kelahiran. Terhitung insentif menjadi dua kali lipat jika bayi dan ibu selamat, sedangkan satu kali jika salah satu dari ibu dan bayi itu meninggal.
“Pemkab Jember sebaiknya juga memprakarsai lapangan pekerjaan berbasis daring. Ada nggaran untuk dapur umum bagi pekerja harian dan anggaran pendukung karantina desa,” kata Wahyunik.
Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi sudah menyampaikan 19 usulan itu kepada Hendy. “Bupati merespons baik. Beliau mengatakan: ‘bagus, bagus. Ini saya suka, langsung ngasih solusi konkret. Jadi, tidak sekedar kritik, tetapi langsung dengan solusinya. Kreatif, kreatif’,” katanya, Selasa (13/7/2021). [wir/kun]






