Surabaya (beritajatim.com) – Dinamika Kongres X Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) yang akan berlangsung Sabtu (3/7/2021) besok secara daring diapresiasi oleh peserta Kongres
“Panitia Kongres IKA Unair responsif. Aspirasi dari berbagai utusan agar kongres tidak dilangsungkan secara fisik karena pandemi semakin meningkat, direspon cepat. Kami apresiasi sangat atas hal ini, minggu lalu telah diputuskan diubah dari Kongres yang berlangsung fisik menjadi daring atau online, dan dalam Pra Kongres tadi malam telah juga diujicoba mekanisme pengambilan suara lewat online, menggunakan password dan OTP handphone, sejauh ini lancar,” ujar Didik Prasetiyono, Sekretaris Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKA FEB) Universitas Airlangga, Jumat (2/7/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”IKA-Unair”]
Didik menambahkan fokus pelaksanaan kongres yang penting adalah bagaimana alumni ikut aktif dalam menyumbang pikiran dan rekomendasi atas kembali naiknya grafik pasien Covid-19. Kongres momentum menemukan pertimbangan dari berbagai aspek keilmuan, agar dapat disarikan sebuah rekomendasi yang dapat membantu kondisi masyarakat.
“Ini kan kumpul semua berbagai basis keilmuan, ada Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Hukum, Farmasi, Ilmu Sosial, Psikologi, Ekonomi, dan alumni dengan latar belakang keilmuan lainnya. Tentunya akan saling berbagi pengetahuan untuk membantu menemukan rekomendasi yang pas khususnya untuk pemerintah dalam melaksanakan PPKM Darurat yang akan dimuai akhir minggu ini,” tambah Didik.
Saat ditanya tentang Calon Ketum IKA Unair, Didik sebagai utusan FEB Unair dalam Kongres IKA Unair ini menjawab diplomatis dengan meminta semua calon berkolaborasi
“Soal Ketum, ini terus terang Bu Khofifah paling banyak dibicarakan para alumni, beliau mendaftar di last-minute dan saya kira pasti mengubah peta pencalonan yang ada. Kuncinya kan kolaborasi, Pak Totok Lusida, Pak Abdul Kadir Jailani dan calon lain yang sudah mendaftar jauh hari tentunya pasti tidak keberatan untuk kolaborasi. Saya pikir semua Calon Ketum punya potensi dan nilai lebih masing-masing. Kalau para calon ini duduk bareng kan ketemu sudah bagaimana memadukan formula kolaborasinya, toh semua niatnya untuk kemajuan IKA Unair,” pungkas Didik yang Direktur Operasi PT SIER ini. (tok/kun)






