Tuban (beritajatim.com) – Sebagai tempat edukasi dalam pengelolaan sampah plastik, Pemerintah Desa Karangagung, Kecamatan Palang, yang didukung Pemkab Tuban dan juga ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melakukan peresmian dan serah terima Taman Ecobrick yang ada di desa tersebut, Rabu (30/6/2021).
Keberadaan Taman Ecobrick tersebut merupakan satu-satunya di Tuban yang dibuat dengan memanfaatkan sampah plastik. Tak tanggung-tangguh untuk membuat taman tesebut dibutuhkan ribuan botol bekas minuman kemasan. Tentu saja, taman itu dapat mengurangi 1,49 ton sampah.
Dalam kesempatan peresmian itu, Beta Wicaksono, perwakilan EMCL mengaku senang dengan rampungnya Taman Ecobrick. Pembangunan taman tersebut merupakan bagian dari program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dimulai sejak akhir 2020. Dalam pelaksanaannya EMCL bermitra dengan lembaga mitra pendamping, Yayasan ELSAL Indonesia.
“Kami berharap program ini bisa terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan terus berkelanjutan. Hari ini peresmian sekaligus serah terima program dari EMCL kepada Pemerintah Desa Karangagung,” jelas Beta Wicaksono.
Beta menambahkan, proses pembuatan Taman Ecobrick itu sejak dimulai melibatkan pemerintah desa, warga masyarakat, dan juga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban. Bahkan pelaksanaan pembangunannya juga dilakukan oleh warga setempat.
Keberadaan Taman Ecobrick itu disambut baik oleh Aji Agus Wiyoto, Kepala Desa Karangagung, Kecamatan Palang. Ia menjelaskan bahwa selain mengurangi sampah palstik, Taman Ecobrick juga menambah nilai ekonomi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sampah”]
“Ecobrick bisa dijual, bahkan di e-commerce dijual cukup mahal. Selama masih ada bahan baku sampah plastik, kita buat ini terus menerus. Rencananya, Taman Ecobrick ini kita jadikan wisata edukasi pengelolaan sampah plastik dan pembuatan ecobrick. Saya berterima kasih kepada ExxonMobil yang telah menginisiasi dan mendanai pembangunan taman ini,” kata Aji Agus Wiyoto.
Pelaksanaan peresmian Taman Ecobrick di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Tuban itu juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban. Ia menyatakan bahwa keberadaan taman tersebut bisa menjadi terobosan untuk kampanye pemanfaatan sampah plastik.
“Ini adalah terobosan baru dan sangat bagus untuk edukasi sekaligus kampanye dalam pemanfaatan sampah plastik. Tidak hanya di Kabupaten Tuban, tapi di seluruh di Indonesia. Masalah terbesar mengelola sampah adalah soal kesadaran masyarakat,” kata Erwin Mustafa, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban.
Perlu diketahui, Taman Ecobrick di Desa Karangagung itu dibangun dengan 6000 botol berukuran 600 ml. Masing-masing botol membutuhkan sekira 300 tas kresek ukuran sedang dan setiap ecobrick ini beratnya mencapai 250-300 gram.
Sehingga dari bangunan taman ini saja dapat mengurangi sampah plastik sebanyak 1,49 ton atau sejumlah 1.800.000 buah tas kresek. “Harapan besar kami setelah peluncuran Taman Ecobrick ini, masyarakat Karangagung dapat mengelola sampah plastik dengan cara seperti ini juga,” kata Ahmad Shohib, Ketua ELSAL Indonesia. [mut/suf]






