Ngawi (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Ngawi menyelidiki penyebab keracunan massal yang terjadi di Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, hingga membuat puluhan orang harus mendapatkan perawatan medis.
“Kami akan memeriksa secara intensif kasus ini. Saat ini kami sudah memintai keterangan dari sejumlah saksi dan korban untuk menyelidiki kasus keracunan massal tersebut,” kata Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya kepada beritajatim.com, Rabu (23/6/2021).
Selain memintai keterangan, pihaknya juga telah mengambil sampel makanan dari lokasi tasyakuran yang dibagikan ke warga. Sampel makanan yang diambil di antaranya berupa beberapa potong ayam goreng, tahu, tempe, mi, dan bumbu penyedap. “Sampel makanan sudah kami ambil untuk diuji laboratorium di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi,” ucap dia.
Pihaknya hingga kini masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan tersebut. Diketahui, sekitar 65 orang warga Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Ngawi mengalami keracunan massal setelah menyantap nasi kotak hajatan 3 bulanan bayi pada hari Minggu (20/6/2021) siang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”keracunan”]
Warga mengaku mengalami keluhan mual, pusing, muntah, dan diare secara bersamaan setelah makan nasi kotak tersebut. Dari puluhan warga yang keracunan tersebut, ada beberapa yang sempat menjalani perawataan di sejumlah puskesmas. Seperti, Puskesmas Padas, Puskesmas Karangjati dan RSUD dr. Soeroto.
Kini, sebagian besar sudah membaik dan sudah pulang dari puskesmas. Bahkan sebagian besar hanya diminta rawat jalan oleh petugas medis. Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut sambil menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan. [asg/suf]






