Surabaya (beritajatim.com) – Jelang pembelajaran tatap muka berlangsung, SMK Muhammadiyah 2 Surabaya menggelar “Esemka Muda E-Sport Tournament”. Dalam acara ini, sebanyak 35 tim bertanding selama dua hari, yakni 24 hingga 25 Mei 2021.
Ketua pelaksana Esemka Muda E-Sport Tournament, Hijri Alaudin mengatakan, acara ini digelar dengan tujuan edukasi kepada pelajar yang sebentar lagi akan kembali ke sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.
[berita-terkait number=”5″ tag=”e-sport”]
“Ini memang untuk persiapan pembelajaran tatap muka, tapi kita juga lakukan untuk menjaring siswa baru di sini,” kata Hiijri, usai acara, Selasa (25/5/2021).
Hijri Alaudin menambahkan, tournament ini merupakan yang pertama dilakukan oleh pihaknya. Sebab ia melihat Esport saat ini sangat digandrungi para remaja. “Ini pertama kali kami lakukan. Kami berharap ini bisa jadi wadah yang baik untuk para remaja berkembang di dunia Esport,” ujar pria yang sekaligus menjadi guru TKJ ini.
Dalam acara ini, Ketua Harian E-sport Indonesia (ESI) Provinsi Jawa Timur menyempatkan hadir untuk meninjau pelaksanaan turnamen tersebut. Ia menjelaskan, untuk tingkat penyelenggara SMK, ini baru pertama kali dilakukan oleh SMK Muhammadiyah 2 Surabaya, dan cukup bagus serta sukses.
“Biasanya tournament Esport diadakan oleh tingkat mahasiswa. Ini baru pertama kali SMK yang menyelenggarakan dan pesertanya juga cukup banyak. Serta dari segi broadcasting juga cukup baik tidak kalah dengan event esport nasional,” ujar Daniel.
Ia pun menyampaikan, ajang seperti ini sangat penting untuk memberikan edukasi serta pengalaman bagi para remaja yang tertarik Esport. Bahkan supaya menjadi pembuktian diri kepada orang tua, bahwa main game bisa mendapatkan prestasi.
“Karena masanya sangat tinggi, harus ada wadah agar mereka tidak liar. Tournament seperti ini bisa menjadi wadah bagi mereka (remaja yang mengemari Esport) agar teredukasi,” tambah Daniel.
Melihat antusiasme pelajar dalam mengikuti turnamen esport, Daniel berencana menggelar acara serupa. Namun kali ini akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terutama DInas Pendidikan.
“Ke depan arah kami (ESI Jatim) ke sana, kami masih berkoordinasi terus. Semoga acara ini secepatnya dapat terselenggara, mohon doanya,” harap dia.
Di kesempatan yang sama, Genk Trabasz keluar menjadi juara 1 dalam tournament ini. Perwakilan tim, Rafli Setiadi mengatakan kemenangan ini ia persembahkan untuk orang tua mereka. “Senang bisa menang, sekaligus bisa jadi pembuktian untuk orang tua. Pembuktian bahwa bukan hanya sekedar main game saja tapi juga bisa menghasilkan,” ucap dia.
Seperti diketahui, acara Esemka Muda E-Sport Tournament diikuti peserta dari Sidoarjo, Surabaya dan Gresik. Para pemenang ini juga mendapatkan uang pembinaan dari total hadiah Rp 21 juta. [way/suf]







