Jember (beritajatim.com) – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta Bupati Hendy Siswanto agar memfasilitasi rapid antigen untuk para santri yang hendak kembali ke pondok pesantren masing-masing.
“Hari-hari ini banyak keluhan dari para santri kepada kami. Mereka merasa berat kalau tidak dibantu pemerintah daerah terkait proses persyaratan rapid antigen yang diwajibkan, baik oleh pesantren tujuan maupun dalam proses perjalanan menuju pesantren masing-masing,” kata Ketua Satgas NU Jember Ayub Junaidi, Rabu (19/5/2021).
Biaya rapid antigen ini tak murah dan tidak semua santri mampu membiayainya. “Biaya rapid antigen sekitar Rp 250 ribu. Dalam situasi pandemi seperti ini, sangat memberatkan santri dan orang tua santri,” kata Ayub.
Ayub meminta kepada Bupati Hendy agar memanfaatkan anggaran penanganan Covid-19 untuk keperluan tersebut. “Insya Allah apabila ini dikabulkan, Pak Bupati akan mendapatkan doa dari para santri yang sedang menuntut ilmu agar lancar dalam memimpin Kabupaten Jember. Insya Allah doa para penuntut ilmu itu makbul, dikabulkan Allah SWT,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mendukung keinginan NU Jember tersebut. “Kami mendukung agar Dinas Kesehatan dan jajaran puskesmas segera berkoordinasi dengan NU dan pondok pesantren, untuk membicarakan masalah teknis pemberangkatan dan pemeriksaan kesehatan sebelum santri kembali ke pondok masing-masing,” katanya.
Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi menyebut pemerintah daerah sudah seharusnya memperhatikan proses kembalinya santri ke pesantren. “Jember ini kota santri. Data terakhir di Kementerian Agama, di Jember jumlah pesantren hampir 700 pondok dan santri di Jember juga banyak dari luar daerah. Ini harus diantisipasi karena beberapa kecamatan di Jember sudah zona hijau,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Itqon mengaku sudah menyampaikan usulan ini ke Bupati Hendy. “Beliau menjawab segera berdiskusi soal teknis pengembalian santri di internal Satgas Covid-19 Kabupaten,” katanya.
“Prosedurnya kami serahkan kepada bupati selaku ketua satgas kabupaten. Namun menurut saya, bupati segera bersilaturahim dengan perwakilan pondok pesantren di Jember biar ada solusi bersama,” kata Itqon. [wir/but]






