Jombang (beritajatim.com) – PT. Phalosari Unggul Jaya Jombang terus mengembangkan usahanya di bidang perunggasan. Mulai dari pembesaran ayam hidup secara internal hingga rumah potong ayam (RPA) dengan kapasitas potong ayam hidup 8000 ekor per jam.
Pabrik yang berada di Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, ini juga melakukan pengolahan limbah cair secara profesional. Di bagian belakang pabrik tersebut terdapat kolam-kolam yang digunakan untuk pengelolaan limbah tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”limbah”]
Air dari bagian produksi dialirkan ke kolam-kolam itu. Dilakukan pemisahan molekul-molekulnya hingga steril. “Makanya air yang sudah diolah tersebut bisa digunakan untuk irigasi pertanian warga setempat. Kita sudah memiliki izin IPAL dari Dinas Lingkungan Hidup,” kata Direktur Operasional PT. Phalosari Unggul Jaya Jombang, Octa Della, Senin (10/5/2021).
Octa Della kemudian menunjukkan sejumlah dokumen tentang pengolahan limbah. Termasuk dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup- Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup). Karena setiap usaha wajib memiliki dokumen ini. “Nah, pabrik kami sudah memilikinya. Bahkan setiap bulan ada pengecekan dari Dinas Lingkungan Hidup. Yakni dilakukan uji laboratorium lingkungan,” kata Octa Della.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jombang”]
Perempuan berjilbab ini mengungkapkan, selain sudah menggunakan pengolahan limbah yang modern. RPA PT PT. Phalosari Unggul Jaya juga menggunakan mesin semi otomatis dalam produksinya. Hal itu guna mendapatkan hasil yang lebih efektif efisien.
PT Phalosari juga sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia), sertifikat NKV, serta uji laboratorium secara rutin seperti surat bebas flu burung, mikrobiologi (e.coli, caliform, salmonella), residu antibiotik, bebas formalin, dan surat pendukung lainnya.
Octa Della lantas menunjukkan pengolahan limbah cair yang dimaksud. Kolam-kolam berukuran besar berada di bagian belakang pabrik. “Ini pengolahan limbah kami. Air yang sudah kita netralkan ini digunakan oleh warga untuk pengairan sawah,” katanya menegaskan. [suf]






