Kediri (beritajatim.com) – Bupati dan Wakil Bupati kediri Hanidhito Himawan Pramana – Dewi Maria Ulfa resmi dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya, Jumat, 26 Februari 2021. Pasangan Mas Dhito dan Mbak Dewi mengikuti tahap ketiga pelantikan bersama empat kepala daerah lainnya.
Mereka, Eri Cahyadi dan Armuji, selaku Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Bupati dan Wakil Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani dan Aminatun Habibah, Bupati dan Wakil Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Abdul Rouf dan Bupati serta Wakil Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor Ali dan Subandi.
Proses pelantikan ini diawali dengan santunan kepada anak yatim oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung Wibowo yang hadir bersama sang istri Endang Nugrahani. Kemudian, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan jabatan oleh Gubernur. Seterusnya, pemasangan tanda pangkat, penyematkan tanda jabatan dan menyerahkan surat putusan.
Menurut Khofifah, dalam sesi ketiga pelantikan ini dihadiri oleh dua tamu istimewa yaitu, Kepala Badan Litbang Kemendagri Agus Fatoni yang mengawasi secara langsung protokol kesehatan (prokes) selama pelantikan dan Seskab Pramono Anung, sebagai orang tua dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.
“Selamat sore, salam sejahtera bagi kita semua yang kita hormati bersama, tamu VVIP kita Bapak Sekretaris Kabinet RI, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo bersama Ibu Endang Pramono Anung. Terima kasih rawuhnya, semangatnya, supportnya bagi kami semua. Kalau kita ingin cari top mentor untuk para bupati dan wali kota, ya beliau ini. Hari ini mudah mudahan resonansinya bisa ke kita semua. Bagaimana managemen kabinet dan seterusnya,” kata Khofifah.
“Kemudian yang kita hormati Wakil Gubernur Jawa Timur dan Ibu Arumi Bachsin, selaku Ketua Tim Penggerak PPK Provinsi Jawa Timur dan juga Ketua Dekranasda, Balitbang Kementerian Dalam Negeri bapak Agus Fatoni. Kita hormati bersama Sekda Prov Jawa Timur dan Ibu Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur. Kemudian Bapak Konjen Amerika Serikat yang hadir secara virtual. Tentu kita berikan doa dan selamat serta kita beri support kerja mereka bupati dan walikota dan wakilnya yang hari ini tiga tahap, mulai tadi pagi enam kepala daerah, siang enam kepala daerah dan sore lima kepala daerah. Kalau dihitung jadinya 17. Karena untuk Tuban bulan Juni dan Pacitan bulan April. Total yang melaksanakan Pilkada serentak 19 kota dan kabupaten di Jawa Timur,” tambahnya.
Khofifah juga mengucapkan terima kasih kepada KPU Provinsi Jawa Timur dan jajaran di daerah serta Bawaslu Jatim dan daerah yang telah menyelenggarakan pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu dengan aman dan lancar, serta menghasilkan kepala daerah yang sesuai dengan kehendak rakyat.
“Selama kampanye pilkada berjalan baik. Dari semula dikhawatirkan bakal terjadi klaster pilkada, tetapi kekhawatiran itu tidak terjadi. Ini kerja keras yang terhormat Ketua KPU Pronvisi Jatim dan daerah dan Ketua Bawaslu Jatim dan daerah. Terima kasih semuanya sudah memberikan kerja keras. Melahirkan pemimpin – pimimpin yang akan mengomandani perjalanan kabupaten kota di Jawa Timur yang akan datang,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]Proses pelantikan pada hari ini, menurut Khofifah sudah berjalan dengan lancar. Masing-masing kepala daerah sudah mengikuti pengambilan sumpah jabatan. Oleh karena itu, dirinya mendorong setiap kepala daerah segera menyusun Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah RKPD. RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Sedangkan RKPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah.
“Ini akan mengantarkan awal perjalanan bapak ibu kepala daerah dan wakil kepala daerah, tentu harapan kita disegerakan RPJMD di masing-masing daerah. Setelah itu RKPD di masng masing daerah, proses beriringan di kabupaten dan kota dan provnsi serta RKP di Nasional. Tentu harus dilakukan percepatan dan singkroninsasi. Karena beberapa waktu lalu kita rapat koordinasi, sesungguhnya fokus disiapkan untuk skala prioritas program, akan melaksanakan musrenbang Provnsi pada bulan Apil nanti, kemudian tingkat Nasional bulan Mei dan pada Maret dilaksanakan di kabupaten dan kota, maka mohon semua beriringan di masing-masing daerah,” pesannya.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana selalu tampil beda dalam momentum terpentingnya. Bila saat Pemilihan Bupati Kediri, 9 Desember 2020 lalu, memakai sepatu milik almarhum Taufik Kiemas, suami Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, saat pelantikan hari ini memakai sepatu spesial buatan perajin asal Kabupaten Kediri.
“Ini produk buatan anak muda, saya akan genjot betul UMKM. Bagaimana bisa bangkitanya UMKM, mulai hari ini saya pakai produk UMKM. Kemudian, mulai hari Senin saya perintahkan semua dinas pakai produk UMKM. Bagaiama membangkitkan UMKM dimulai dari pemerintahnya terlebih daulu,” kata Mas Dhito, panggilan akrab putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung itu usai dilantik.
Ialah Katon Ragil Nurcahyono, pelaku UMKM yang dipercaya menggarap sepatu Mas Dhito dan Mbak Dewi untuk pelantikan. Perajin yang satu ini tinggal di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. “Mas Dhito dan Mbak Dewi mau dibikinkan sepatu mode pantofel tali berwarna putih polos untuk pelantikan. Untuk mas Dhito ukurannya 42 sedangkan mbak Dewi ukuran 37,” kata Katon Ragil.
Butuh waktu 2 minggu bagi Katon menyelesaikan pesanan sepatu milik orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Kediri tersebut. Diakuinya, selain karena harus mencari bahan khusus, kehati-hatian selama proses pengerjaan menjadi tantangan tersendiri baginya.
“Saya merasa senang dan bangga bisa membuatkan sepetu untuk Bupati dan Wakil Bupati Kediri. Yang pasti, kerjanya lebih hati-hati. Sehingga prosesnya cukup lama sekitar dua minggu. Saya harus cari bahan yang lebih bagus. Bahannya yang agak sulit terutama untuk sol-solnya karena minta dasarnya juga berwarna putih,” imbuhnya.
Usaha pembuatan sepatu yang ditekuni oleh Kanton Ragil Nur Cahyono sudah terbilang lama. Setidaknya selama 15 tahun home indutris tersebut berdiri. “Ini usaha keluarga. Kurang lebih sudah 15 tahun. Dulu satu tempat disini,” kata Katon Ragil.
Pandemi Covid-19 memukul berbagai sektor usaha, tak terkecuali kerajinan sepatu Kantor Ragil. Jumlah peminat sepatu turun drastis. Tak ingin terus terpuruk, perajin inipun akhirnya melakukan inovasi dengan beralih sistem pemasaran online. Ia memanfaatkan mendsos untuk menjual produknya. sylla.sae.shoes adalah akun Instagram yang dipakai untuk memamerkan produk-produknya kepada kalayak pasar.
“Saya pindah online penjualannya. Alhamdulillah sekarang sudah mulai lumayan ada yang order. Produk kami ini berbeda dari yang lain. Sebab, selain memiliki ciri khas lebih kuat dan nyaman dipakai, bisa reques mode dan ukuran,” promo Katon Ragil.
Inisiatif Mas Dhito dan Mbak Dewi untuk memakai sepeda buatan perajin asal Kabupaten Kediri ini membuktikan komitmennya terdahap kemajuan UMKM. Selain mengabadikan momen spesial hari ini, mereka juga turun mempromosikan produk-produk handmade lokal keluar daerah.
Sebagaimana diketahui, saat kampanyenya pasangan mas Dhito dan Mbak Dewi telah meluncurkan program legalisasi 1.000 UMKM. Program tersebut sukses membantu para pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan izin. Ke depannya, Mas Dhito ingin memimpin Kabupaten Kediri dengan melibatkan peran rakyat melalui peluncuran sebuah Aplikasi Halo Mas Bup. Program ini sebagai media bagi Masyarakat Kabupaten Kediri untuk menyampaikan informasi atau aduan terkait Pemerintah Kabupaten Kediri. [nm/kun]






