Mojokerto (beritajatim.com) – Pembangunan jalan tol Mojokerto-Kertosono (Moker) Seksi 3 saat ini sudah siap beroperasi pada awal bulan Desember mendatang. Menyusul, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) menyatakan layak fungsi dan operasi terhadap ruas tol sepanjang 5 kilometer ini.
Pimpinan proyek (pimpro) Tol Moker, PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) selaku pemagang hak konsesi, Samsul Choir mengatakan, jalan tol Moker seksi 3 bakal tersambung dengan ruas seksi IV ruas tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang beberapa waktu lalu diresmikan Presiden RI Joko Widodo.
“Ruas jalan tol ini terbentang mulai Desa Canggu di Kecamatan Jetis sampai Desa Pagarluyung, Kecamatan Gedeg yang nantinya akan menyambung ke Tol Sumo di Karang Andong, Krian.
Tanggal 1 Desember mendatang sudah bisa beroperasi setelah dinyatakan layak fungsi dan operasi oleh BPJT,” ungkapnya, Kamis (24/11/2016).
Masih kata Samsul, berkaca dari uji coba pada lebaran lalu, diprediksi jalan Tol Moker Seksi 3 ini akan mengurai kemacetan di By Pass Mojokerto hingga 50 persen.
Meski saat lebaran lalu, yang bisa masuk jalan Tol Moker Seksi 3 hanya kendaraan kecil namun jumlahnya mencapai 800 kendaraan setiap harinya.
“Pengalaman lebaran lalu yang khusus kendaraan kecil, setiap harinya bisa mencapai 800 kendaraan. Belum tahu kedepannya yang masuk bisa sampai berapa karena saat lebaran hanya kendaraan kecil tapi dipredikasi bisa mengurai kemacetan di By Pass Mojokerto sampai 50 persen,” katanya.
Menurutnya, molornya jadwal pengoperasian dari Oktober menjadi Desember karena masih ada yang perlu dibenahi setelah dievaluasi oleh tim BPJP.
Termasuk penambahan beberapa Penerangan Jalan Umum (PJU) sampai interching yakni sepanjang 1,5 km di masing-masing sisi. Jalan tol Moker sepanjang 40,5 km yang terdiri empat seksi.
“Seksi 1 sudah berjalan, Seksi 3 beroperasi 2016, Seksi 2 progress sudah 65 persen karena masih ada enam bidang tanah wakaf yang belum bebas, sedangkan seksi 4 progress 20 persen. Mudah-mudahan semua selesai tahun 2017, nantinya akan keluar di Bandarkendung Mulyo tersambung dengan jalan Tol Kertosono-Solo,” jelasnya.
Samsul menambahkan, tanpa Seksi 4, jalan Tol Moker bisa tersambung. Namun pihaknya menargetkan pada bulan Februari 2017 bisa tersambung seluruhnya dan bulan Maret 2017 bisa beroperasi.[tin/ted]






