Mojokerto (Beritajatim.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto menyebut, penyebab banjir yang merendam ratusan rumah warga di dua dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto di sebabkan oleh tiga DAM tersumbat sampah.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto mengatakan, tiga DAM yang tersumbat sampah menjadi penyebab banjir di Dusun Bekucuk dan Dusun Tempuran, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tersebut akan dilakukan pembersihan secara bertahap di tiga titik saluran sungai yang dipenuhi oleh sampah.
“Ada tiga saluran yang banyak sampah. Ini yang menjadi penyebab banjir di Desa Tempuran, kami mencoba membackup dan membantu percepatan agar banjir cepat surut. Mulai kemarin, PJT sudah di Desa Tempuran untuk membersihkan sampah,” ungkapnya, Rabu (6/1/2021).
Masih kata Bambang, pembersihan DAM yang tersumbat oleh tumpukan sampah terutama sampah jenis tanaman enceng gondok telah dilakukan pembersihan. Yakni di DAM Sipon yang ada di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Dua DAM lain yakni di Sungai Jombok dan Sungai Balong Krai.
“Sungai tersebut merupakan avur yang meluber ke pemukiman. Sungai ini merupakan merupakan kewenangan BBWS, maka kami hanya sebatas melakukan perbantuan atau percepatan pembersihan sungai yang dipenuhi oleh tumpukan sampah. Kita akan koordinasi dengan BBWS terkait pengajuan pembangunan tanggul secara permanan,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-tempuran”]
Yakni terkait kesiapan anggaran untuk pembangunan tanggul secara permanen. Jika anggaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas belum siap, maka pihaknya menawarkan untuk melakukan langka jangka pendek. Yakni dengan melakukan pembersihan sampah untuk mengantisipasi terjadinya banjir kembali.
https://youtu.be/BPhlaefJ81g
“Karena ini masuk wilayah BBWS maka kami serahkan pembangunan tanggul secara permanen ke BBWS. Terkait masalah anggaran akan kita koordinasikan dengan BBWS. Apakah sudah siap atau gimana? Kalau memang belum tersedia, langkah jangka pendeknya yang kami ambil yakni melakukan pembersihan percepatan d sampah,” tegasnya. [tin/ted]







