Malang (beritajatim.com) – Lahir di Malang, Jawa Timur pada 20 Mei 1960, Drs.HM Sanusi M.M adalah Bupati Malang yang menjabat sejak tanggal 17 September 2019. Sanusi menggantikan posisi Rendra Kresna yang ditahan KPK atas kasus dugaan menerima suap. Pada peringatan 1 Tahun menjabat Bupati Malang pada 17 September 2020 malam hari di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sanusi menginginkan seluruh aparatur sipil negara yang menjadi bawahannya, bekerja keras untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang.
Pada kesempatan itu, Sanusi menyatakan, pembangunan wilayah Kabupaten Malang tidak akan berhasil apabila tidak didukung oleh seluruh komponen. “Kita tahu bersama, tidak mungkin Kabupaten Malang dikembangkan saya sendiri, tanpa bantuan semua pihak,” ucap Sanusi, Kamis (17/9/2020) malam kala itu.
[berita-terkait number=”6″ tag=”pilkada-malang”]
Selama kepemimpinan HM Sanusi, beragam prestasi disabet Kabupaten Malang yang punya penduduk hampir 3 juta jiwa itu. Beberapa ganjaran prestasi yang diraih Kabupaten Malang diantaranya berasal dari bidang kesehatan, pertanian, pariwisata, dan pemerintahan.
Beragam prestasi yang sudah diraih, oleh Sanusi bakal dijadikan pelecut untuk memajukan Kabupaten Malang kedepan. “Perlu kita sadari, Kabupaten Malang memiliki banyak potensi untuk kemakmuran masyarakat,” tegasnya.
Sanusi juga meminta dukungan semua komponen untuk menyelesaikan sisa periode jabatannya yang berakhir pada Februari 2021 mendatang. “Saya yakin, apabila kita melangkah bersama, hal yang sulit akan bisa kita lewati. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul,” tuturnya saat itu.
Jika rival politiknya di Pilkada Kabupaten Malang 2020 ini membranding diri sebagai cucu pendiri NU, Sanusi bisa dibilang adalah kader Nahdlatul Ulama tulen. Sanusi, adalah santri yang begitu tawadhu’ sejak belia terhadap guru-guru sewaktu menuntut ilmu di Pondok Pesantren.
Komparasi santri dan politisi, ibarat dua sisi mata uang dalam pribadi Sanusi yang tak bisa dipisahkan. Bergaya santun dan kalem, adalah karakteristik Sanusi yang mampu menelisik jauh dalam dimensi politik pragmatis selama ini. Hasilnya, kesantrian Sanusi untuk menopang kematangan politiknya, mampu mengantarkan dirinya pada tampuk kekuasaan tertinggi sebagai Bupati Malang.
Calon Bupati berstatus petahana itu mengatakan, untuk merealisasikan kemenangan, seluruh partai koalisi Malang Makmur sudah bergerak menarik simpati masyarakat.
“Menggerakkan semua partai pengusung dan pendukung, PDI Perjuangan, Nasdem, Gerindra, Demokrat, PPP serta Golkar. Kita selalu bersama. Target kita menang, khusus di Kota Kepanjen bisa dapat suara diatas 60 persen,” tutur Sanusi, Selasa (29/9/2020) saat kampanye hari ini.
Dimata Sanusi, ada beberapa aspirasi dari masyarakat yang sudah diserapnya. Salah satunya perihal pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang harus segera diwujudkan apabila terpilih kembali sebagai Bupati Malang 2021 mendatang. (yog/kun)






