Pamekasan (beritajatim.com) – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Mohammad Kosim menyampaikan bahwa mengaplikasikan toleransi jauh lebih penting dari sekedar mendiskusikan.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Kongkow Persahabatan keluarga besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Pamekasan, yang digelar di Pendopo Ronggosukowati Jl Pamong Praja Nomor 1, Selasa (25/12/2018) malam.
Kegiatan yang melibatkan salah satu komunitas budaya di Pamekasan, yakni Komunitas Koloman Pojok Surau (KPS) pimpinan RPA Wazirul Jihad. Mengusung tema \\\’Toleransi, Kekuatan Indah dalam Membangun Pamekasan Hebat\\\’.
\\\”Pada dasarnya perlu kami sampaikan bahwa mengaplikasikan toleransi jauh lebih penting dari sekedar mendiskusikan toleransi itu sendiri, sebab menerapkan justru jauh lebih berat daripada diskusi. Apalagi berkenaan dengan toleransi,\\\” kata Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengajak semua peserta kongkow peraahabatan agar bersama-sama mengaplikasikan sikap toleransi secara rill. \\\”Bagaimanapun kalau kita mendiskusikan seputar toleransi, ini tidak akan pernah berakhir. Terlebih jika dilihat dari berbagai sudut pandang berbeda,\\\” ungkapnya.
\\\”Dari itu, mengaplikasikan sikap toleransi jauh lebih penting dibandingkan sekedar mendiskusikannya. Sehingga hal ini perlu kita terapkan dalam aksi nyata, sikap rill seperti yang tertuang dalam motto dzikir, fikir dan amal saleh,\\\” pungkasnya. [pin/suf]





