Ciamis (beritajatim.com) – PSGC Ciamis memastikan diri lolos ke Liga 2 2019 setelah menang dramatis atas Persiba Bantul di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Rabu (19/12) sore. Skor pada pertandingan tersebut berakhir 1-0.
Sejak peluit pertandingan ditiup, PSGC yang tampil di hadapan publiknya langsung mengambil inisiatif serangan. Duo penyerang mereka Akbar Eka dan Dean Nurhaji kerap kali merepotkan lini belakang Persiba. Pergerakan keduanya beberapa kali harus diakhiri dengan pelanggaran oleh pemain belakang Persiba. Beruntung bagi Persiba, kesigapan Jordyno Putra Dewa di bawah gawang mampu menyelamatkan mereka dari kebobolan.
Dari sisi Persiba sendiri, pelatih Suwandi Hadi menerapkan strategi serangan balik pada pertandingan tesebut. Mereka bertumpu pada Muhammad Kasim Botan yang sering melakukan dribel sukses di area pertahanan PSGC. Namun hingga babak pertama berakhir, skor kacamata tidak berubah untuk kedua kesebelasan.
Babak kedua berjalan, lahirnya tanda-tanda gol dari kedua kesebelasan belum muncul. Hingga laga menunjukan menit ke-68, PSGC memperoleh keuntungan penalti usai salah satu gelandangnya Arif Budiman dilanggar pemain Persiba. Sayang, sekali lagi, kesigapan Jordyno kembali jadi ujian bagi PSGC. Khairunnas yang maju menjadi algojo gagal melaksanakan tugasnya setelah sepakkannya dimentahkan Jordyno.
PSGC, yang memiliki peluang memastikan diri lolos ke Liga 2 2019 pada pertandingan tersebut, terus mengurung pertahanan Persiba. Kesabaran anak asuh Heri Rafni berbuah manis saat skema serangan di sisi kiri pertahanan Persiba membuahkan peluang terakhir mematikan untuk PSGC.
Adalah Ganjar Kurniawan yang memupuskan harapan Persiba meraih poin dari PSGC. Mendapatkan umpan silang hasil kreasi Dean Nurhaji, Ganjar dengan mantap menyundul bola yang tak bisa dibentung lagi Jordyno. Gol Ganjar tersebut jadi satu-satunya gol yang tercipta.
Menurut asisten pelatih PSGC, Dicky Aditya, mengatakan kemenangan penting didapat PSGC lewat pertandingan yang sulit. “Kita memang mendominasi dari awal sampe akhir pertandingan. Tapi lawan bertahan sangat baik dan disiplin,” kata Dicky.
Dicky menambahkan, salah satu penyebab PSGC sulit mendapatkan gol adalah karena kesalahan elementer. “Tadi anak-anak masih banyak melakukan kesalahan di depan sehingga kita gagal memanfaatkan peluang,” tambah Dicky.
Pelatih Persiba Suwandi Hadi tidak menghadiri sesi jumpa pers setelah pertandingan. [but]
Sumber: PSSI





