Kediri (beritajatim.com) – Tumbuhkan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia memberikan bimbingan teknis (bimtek) dan fasilitasi bantuan mesin industri ke sejumlah pondok pesantren di Indonesia. Melalui Program Santri Beridustri ini, pemerintah mentargetkan mampu melahirkan 20.000 orang santri berwirausaha, pada akhir 2020.
Bimtek dan fasilitasi bantuan mesin peralatan daur ulang sampah, alat depo air minum isi ulang dan mesin pengolahan roti ini salah satunya ke Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri. Bantuan diserahkan langsung oleh Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jendral Industri Kecil dan Menengah.
Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementrian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, para santri memiliki potensi tinggi dalam berwirausaha. \\\”Melalui program ini, Kementerian memiliki target melahirkan 20.000 orang santri wirusaha pada akhir tahun 2020 mendatang. Sehingga Indonesia menjadi negara maju dengan indikator 4 persen warganya berwirausaha akan dicapai,\\\” katanya, Senin (17/12/2018)
Kementrian Perindustrian mencatat sepanjang 2018 ini telah memfasilitasi 13 pondok pesentren se-Indonesia. Di tahun awal, program ini lebih difokuskan pada wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebab, dari 30.000-an pesantren di Tanah Air, mayoritas Pulau Jawa, salah satunya Ponpes Lirboyo yang ada di Jawa Timur dengan jumlah santri mencapai 23.000 orang.
Program pemberdayaan santri ini sudah diterapkan di Pesantren Lirboyo Kota Kediri, selama empat bulan terakhir. Para santri berhasil memproduksi roti melalui mesin pengolahan dari Kementerian Perindustrian. Roti buatan para santri ini baru beredar di kalangan pesantren dengan harga sangat terjangkau yakni, 2 ribu. [nng/suf]





